Liputan6.com, Bogor: Ratusan orang yang menolak keberadaan Gereja Yasmin, Bogor, Jawa Barat, Ahad (25/12), membubarkan kebaktian yang hendak digelar saat Natal. Kebaktian akhirnya dibatalkan dan dipindahkan ke rumah salah seorang jemaat.
Ketegangan sempat terjadi karena kedua kelompok bersikukuh. Warga meminta kebaktian dibubarkan. Sementara jemaat tetap ingin menggelar kebaktian di trotoar jalan.
Anggota DPR Lily Wahid sempat mengunjungi lokasi dan mengecam aparat keamanan serta Pemkot Bogor yang tidak kunjung menuntaskan kasus sengketa lahan berbuntut panjang ini.
Polemik keberadaan Gereja Yasmin sudah berlangsung lama. Warga tetap menolak keberadaan gereja karena diduga ada pemalsuan tanda tangan dalam perizinannya. Sementara pihak GKI Yasmin bersikukuh untuk melanjutkan pembangunan dengan berpegang pada putusan Mahkamah Agung yang mengesahkan pendirian gereja.(ASW/ULF)
Ketegangan sempat terjadi karena kedua kelompok bersikukuh. Warga meminta kebaktian dibubarkan. Sementara jemaat tetap ingin menggelar kebaktian di trotoar jalan.
Anggota DPR Lily Wahid sempat mengunjungi lokasi dan mengecam aparat keamanan serta Pemkot Bogor yang tidak kunjung menuntaskan kasus sengketa lahan berbuntut panjang ini.
Polemik keberadaan Gereja Yasmin sudah berlangsung lama. Warga tetap menolak keberadaan gereja karena diduga ada pemalsuan tanda tangan dalam perizinannya. Sementara pihak GKI Yasmin bersikukuh untuk melanjutkan pembangunan dengan berpegang pada putusan Mahkamah Agung yang mengesahkan pendirian gereja.(ASW/ULF)