Perpaduan Cerita Sejarah dan Video Mapping di Pagelaran Genta Sriwijaya

Meski menyuguhkan pagelaran menyuguhkan cerita tentang sejarah, namun Genta Sriwijaya tetap hadirkan nuansa kekinian salah satunya video mapping.

oleh Putu Elmira diperbarui 08 Nov 2018, 17:45 WIB
Meski menyuguhkan pagelaran menyuguhkan cerita tentang sejarah, namun Genta Sriwijaya tetap hadirkan nuansa kekinian salah satunya video mapping. (Foto: Deki Prayoga/Fimela.com)

Liputan6.com, Jakarta - Pagelaran Genta Sriwijaya jadi satu suguhan yang menghadirkan cerita sejarah serta dipadu oleh pagelaran seni modern seperti seni tari, musik, teater, dan komedi. Acara persembahan Sekar Ayu Jiwanta Foundation ini bakal tampil di Teater Besar Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 20 November 2018.

"Meski ini pagelaran tradisional, tapi kemasan modern dari sisi lagu, kostum artistik, video mapping. Saya kondisikan berisi babak per babak, peperangan, serta roman," jelas Teguh "Kenthus" Ampiranto, selaku sutradara di The Pallas, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2018).

Berbicara dari sisi penggunaan video mapping di Genta Sriwijaya, Rangga Djoned selaku Art Director memberi beberapa penjelasan. Pagelaran ini dikemas dalam balutan masa lalu dan kini.

"Promotor ingin konsepnya video mapping tradisi dan kekinian. Sempat ada pembicaraan video mapping seperti apa. Saya harus desain panggung dan desain set nya seperti apa," kata Rangga Djoned kepada Liputan6.com.

"Kendala terbesar pemainnya lebih dari 200 orang, itu yang sangat menjadi isu karena saya selalu bermain video mapping minimalis di konten. Saya harus menjaga balancing antara isi video mapping dan aktivitas di panggung," tambahnya.

Selain itu, jalannya pagelaran tentunya melibatkan unsur musik di dalamnya dan Genta Sriwijaya mendaulat Tohpati sebagai Music Director. Sang musikus mengaku bahwa ini menjadi kali pertamanya ambil bagian dalam pagelaran kebudayaan.

"Saya merasa tertantang karena Sriwijaya di masa itu musiknya belum jelas seperti apa. Saya buat musiknya tidak terlalu berat, inti acaranya merupakan kolaborasi Melayu dan Jawa dalam kemasan menarik," ungkap Tohpati.

Genta Sriwijaya turut menampilkan deretan pesohor Negeri juga pekerja seni. Mereka adalah Andrea Miranda, Daniel Christianto, Ivy Batuta, Bambang Pamungkas, Ruth Sahanaya, Inaya Wahid, Yenny Wahid, Cathy Sharon, Ncess Nabati, Sogi Indra Dhuaja, serta Deasy Novianty. Sedangkan, Denny Malik didaulat sebagai Creative & Show Director.

Selain itu, pagelaran Genta Sriwijaya akan berlangsung selama 1,5 jam dan siap mengajak penonton untuk berwisata sejarah ke masa lalu. Besarnya antusiasme pada gelaran ini terbukti dari tiket yang telah ludes terjual. Sementara, keuntungan Genta Sriwijaya akan didonasikan untuk pendidikan anak-anak kurang mampu di Sumatera Selatan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya