Liputan6.com, Wiltshire: Kepercayaan Druid, sekte kuno yang berpaham paganisme, masih dianut sejumlah kalangan di Inggris. Pernikahan pasangan Druid di Wiltshire, yang digelar baru-baru ini, menunjukkan sejumlah prosesi kepercayaan tersebut. Para peserta berjalan beriringan sambil membawa pot bunga yang melambangkan seorang dewi pujaan kaum Druid. Prosesi ini diiringi lantunan lagu dengan instrumen gitar.
Para peserta prosesi berkumpul membentuk lingkaran di tengah padang rumput. Lingkaran ini disebut stonecircle. Selama acara berlangsung, nyanyian terus dilantunkan. Pendeta yang menamakan diri Raja Arthur Pendragon memimpin upacara. Dia mengutip nama pemimpin besar Druid di Inggris pada abad pertengahan. Dalam upacara itu, kedua pengantin disatukan dengan janji setia hingga akhir hayat.
Upacara pernikahan untuk pasangan tertentu ini hanya dilakukan para penganut kepercayaan Druid setahun sekali, menyambut musim baru sesuai dengan penanggalan tradisional mereka. Kelompok Raja Arthur Pendragon, termasuk dalam tiga kelompok sekte besar yang menganut kepercayaan Druid di Inggris hingga dewasa ini. Ketiga kelompok itu berbasis di Avebury, Stonehenge dan Glastonbury, di daerah Wiltshire, Inggris.(COK/Nlg)
Para peserta prosesi berkumpul membentuk lingkaran di tengah padang rumput. Lingkaran ini disebut stonecircle. Selama acara berlangsung, nyanyian terus dilantunkan. Pendeta yang menamakan diri Raja Arthur Pendragon memimpin upacara. Dia mengutip nama pemimpin besar Druid di Inggris pada abad pertengahan. Dalam upacara itu, kedua pengantin disatukan dengan janji setia hingga akhir hayat.
Upacara pernikahan untuk pasangan tertentu ini hanya dilakukan para penganut kepercayaan Druid setahun sekali, menyambut musim baru sesuai dengan penanggalan tradisional mereka. Kelompok Raja Arthur Pendragon, termasuk dalam tiga kelompok sekte besar yang menganut kepercayaan Druid di Inggris hingga dewasa ini. Ketiga kelompok itu berbasis di Avebury, Stonehenge dan Glastonbury, di daerah Wiltshire, Inggris.(COK/Nlg)