4 Fakta Ini Tunjukkan Koalisi Prabowo-Sandi Tak Solid?

Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni menilai ada kerapuhan dalam koalisi yang mengusung pasangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 23 Oktober 2018, 08:13 WIB
Pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) memberikan pidato usai mengambil nomor urut peserta Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9). Pasangan Prabowo-Sandi mendapatkan nomor urut 02. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni menilai ada kerapuhan dalam koalisi yang mengusung pasangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

"Menunjukkan koalisi yang rapuh, di mana semuanya diborong satu partai. Presiden dan wapres, sekretaris, bendahara, juga dari Gerindra," kata Raja Juli.

Dalam beberapa momen, memang ada migrasi dukungan dari barisan Prabowo-Sandi ke Jokowi-Ma'ruf.

Benarkah penilaian kubu Jokowi ini? Berikut 4 faktanya:

Saksikan video pilihan di bawah ini:

1. Kader Demokrat Dukung Jokowi

Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) DPD Partai Demokrat Jawa Barat Deddy Mizwar

Kader Demokrat tidak sepenuhnya mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Padahal Demokrat adalah salah satu partai pendukung Prabowo-Sandi.

Beberapa kader Demokrat memilih mendukung Jokowi, seperti Deddy Mizwar, yang kini resmi menjadi juru bicara Jokowi-Ma'ruf. Gubernur Jatim Soekarwo, kemudian Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, yang juga telah menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai kader per tanggal 19 Juli 2018 lalu.

2. Deretan Gubernur Dukung Jokowi

Gubernur Papua Lukas Enembe. (Liputan6.com/Katharina Janur)

Gubernur yang berasal dari partai koalisi Prabowo-Sandi juga ada yang memilih bergabung mendukung Jokowi-Ma'ruf. Di antaranya, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba yang berasal dari PKS. Kemudian ada nama Lukas Enembe. Gubernur Papua itu juga terang-terangan menyatakan seluruh kader Partai Demokrat di Papua mendukung pasangan bakal capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

"Saya sudah sampaikan kepada Pak Sekjen (Demokrat), ini semua kader Demokrat, baik bupati semua dukung Jokowi. Sudah saya kasih tahu begitu," kata Lukas Enembe.

3. Caleg PAN Ogah Kampanyekan Prabowo-Sandi

Sekjen DPP Partai Amanat Nasioal (PAN) Eddy Soeparno (keempat kiri) foto bersama pengurus DPP PAN saat konfrensi pers Refleksi 20 Tahun Reformasi di Jakarta, Jumat (18/5). Refleksi akan digelar di Gedung Nusantara komplek DPR/MPR. (Liputan6.com)

Dalam acara survei Polmark Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno mengatakan calegnya enggan mengkampanyekan Prabowo-Sandi. Alasannya, tidak ada keuntungan bagi PAN.

"Bahkan sekarang, di antara caleg kita yang berjuang di daerah, mohon maaf ketum, mohon maaf sekjen. Tetapi di bawah saya mungkin tidak bisa terang-terangan untuk berpartisipasi dalam pemenangan Pak Prabowo. Karena konstituen saya tidak sejalan dengan itu. Jadi mohon maaf," kata Eddy saat diskusi Polmark di Hotel Veranda, Jakarta Selatan.

4. PKS Hanya Kampanyekan Sandiaga?

Presiden PKS, Sohibul Iman memberikan keterangan pers saat deklarasi capres cawapres Prabowo - Sandiaga di Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8). Koalisi Gerindra, PAN dan PKS membawa Prabowo-Sandiaga ke Pilpres 2019. (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Dalam beberapa hari beredar surat internal PKS. Inti surat itu adalah instruksi dari elite PKS agar kadernya menkampanyekan Sandiaga Uno. Dalam surat itu hanya tertulis nama Sandi, tidak ada Prabowo Subianto.

Dalam surat yang dikeluarkan pada tanggal 17 September 2018 tertulis semua kader dari Fraksi PKS harus menginisiasi untuk memenangan Sandiaga di Pilpres 2019. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan efek ekor jas (coattail effect) bagi PKS.

Para anggota fraksi juga diharuskan mengoordinasikan jadwal kampanye ke Direktur Pencapresan PKS, Mardani Ali Sera.

"Memang ada surat edaran itu. Bukan berarti belum dilakukan kampanye pileg dan pilpres. Itu hanya menegaskan, menguatkan, jadi kebijakan dasarnya kita, PKS mendukung Prabowo-Sandi sebagai capres-cawapres," kata Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid.

Reporter : Syifa Hanifah

Sumber: Merdeka.com

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya