Liputan6.com, Jakarta Kabar duka datang dari keluarga besar komedian Indro Warkop. Sang istri, Nita Octobijanthy meninggal dunia, Selasa 9 Oktober 2018 pukul 20:22 WIB
Saat mengembuskan napas terakhirnya, Nita ditemani Indro Warkop. Selain sang suami, almarhumah juga didampingi oleh anak-anak.
Advertisement
Sebelum meninggal, Nita menderita kanker paru-paru. Ia pun sempat dirawat di rumah sakit.
Indro Warkop pun setia mendampingi istrinya yang tengah berjuang. Beberapa kali, Indro Warkop juga berusaha mewujudkan mimpi istrinya. Salah satunya, mendukung Nita yang ingin memakai jilbab.
Lalu, apa saja bukti cinta Indro Warkop untuk sang istri?
Separuh Jiwa Hilang
Kepergian sang istri meninggalkan duka yang sangat dalam bagi Indro Warkop. Pasalnya, sosok sang istri begitu penting dalam kehidupannya.
Dari penuturan putri keduanya, Satya Paramita Hada Dwinita, selama ini Indro Warkop memang sangat bergantung pada sang istri. Hal itu diungkapkan Hada di rumah duka di kawasan Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).
"Papa itu dari melek mata, bangun tidur sampe tidur itu yang ngurus mami. Itu yang siapin mami. Papa tuh bukan orang yang ngambil gelas sendiri, remote sendiri, enggak," tutur Hada.
Selama sang istri sakit, Indro Warkop merasa sangat khawatir. Dari penuturan Hada, hampir setiap hari Indro Warkop menangisi kondisi istrinya. Bahkan, Hada mengatakan setengah kekuatan Indro Warkop ada di dalam diri Nita.
"Papa terpukul sekali. Papa tuh cengeng banget, tiap hari selama mami di rumah sakit itu aja ada nangisnya. Memang dia kekuatannya hilang setengah sih," kata Hada lagi.
Merawat Selama Sakit
Istri Indro meninggal dunia penyakit kanker paru-paru yang diidapnya sejak 2017 lalu. Selama sang istri sakit itu pula Indro Warkop memberikan yang terbaik bagi Nita.
Putri Indro Warkop, Satya Paramita Hadapan Dwinita alias Hada, mengatakan, ayahnya merawat ibunya selama sakit. Bahkan, obat-obatan ibunya hanya boleh dipegang oleh sang ayah.
"Karena satu tahun ini adalah pengabdian papa ke mami. Hanya papa yang boleh nge-set obat-obat mami di hari selanjutnya. Misal besok Kamis, Rabu tengah malam papa yang tempatin obatnya. Enggak ada satu pun dari kita yang boleh sentuh kotak obat," kata Hada.