Liputan6.com, Jakarta: Kedatangan Cavin Moniaga, pria berumur 21 tahun yang diduga bunuh diri di Grand Indonesia terekam dalam CCTV. Untuk membantu penyelidikan kepolisian, pihak Grand Indonesia Shopping Town telah menyerahkan rekaman CCTV tersebut sebagai barang bukti.
"Rekaman tersebut sudah diserahkan sebagai barang bukti pihak kepolisian Polsek Menteng," ujar pihak Grand Indonesia Shopping Town dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Senin (5/12).
Korban datang ke kompleks Grand Indonesia Shopping Town dengan mengendarai sebuah sedan melalui titik pemeriksaan kendaraan di Menara BCA dan naik menuju lantai P10. Korban kemudian memarkirkan kendaraan di lantai P10, tepat di depan lobby eskalator yang memiliki akses langsung ke mal.
"Seluruh aktivitas korban sebelum menjatuhkan diri dikerjakan di belakang mobil, sehingga tidak dapat terekam oleh kamera," ujarnya.
Saat kejadian, korban tidak membawa kartu identitas, tetapi ditemukan secarik kertas bertulsikan nama orangtua korban, berikut nomor HP dan nomor telepon rumah. Alhasil, keluarga korban dapat dihubungi pihak kepolisian untuk memperoleh keterangan lebih lanjut.
"Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk pertolongan pertama dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, korban diketahui meninggal".
Keluarga korban didampingi pihak manajemen Grand Indonesia Shopping Town, beserta polisi ikut hadir di rumah sakit. Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian.(MEL)
"Rekaman tersebut sudah diserahkan sebagai barang bukti pihak kepolisian Polsek Menteng," ujar pihak Grand Indonesia Shopping Town dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Senin (5/12).
Korban datang ke kompleks Grand Indonesia Shopping Town dengan mengendarai sebuah sedan melalui titik pemeriksaan kendaraan di Menara BCA dan naik menuju lantai P10. Korban kemudian memarkirkan kendaraan di lantai P10, tepat di depan lobby eskalator yang memiliki akses langsung ke mal.
"Seluruh aktivitas korban sebelum menjatuhkan diri dikerjakan di belakang mobil, sehingga tidak dapat terekam oleh kamera," ujarnya.
Saat kejadian, korban tidak membawa kartu identitas, tetapi ditemukan secarik kertas bertulsikan nama orangtua korban, berikut nomor HP dan nomor telepon rumah. Alhasil, keluarga korban dapat dihubungi pihak kepolisian untuk memperoleh keterangan lebih lanjut.
"Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk pertolongan pertama dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, korban diketahui meninggal".
Keluarga korban didampingi pihak manajemen Grand Indonesia Shopping Town, beserta polisi ikut hadir di rumah sakit. Hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian.(MEL)