3 Pemain yang Meredup di Tangan Arsene Wenger

Arsene Wenger dikenal jeli dalam mencari bibit pemain tapi bukan berarti tidak pernah membunuh karier pemain hebat.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 19 September 2018, 20:10 WIB
Penyerang Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang, berharap kehadiran manajer Unai Emery bisa membantu klubnya keluar dari zona stagnansi ketika dilatih oleh Arsene Wenger. (AFP/Ian Kington)

Liputan6.com, Jakarta Arsene Wenger punya reputasi yang baik sebagai penemu bakat pemain dan mengembangkan kemampuan terbaik para pemainnya. Kesuksesannya di Arsenal sebagian besar dibangun dengan menyulap pemain murah menjadi seorang superstar.

Terlepas dari semua keberhasilannya di bidang ini, Arsene Wenger kadang-kadang juga salah dalam membeli pemain dan membunuh karier mereka.

Mereka adalah pemain dengan talenta yang hebat, tetapi setelah Arsene Wenger selesai dengan mereka, dan dicadangkan atau tidak dimainkan dalam posisi aslinya, nasib para pemain ini tidak berakhir dengan baik. Karier malah rusak selamanya.

Berikut tiga pemain Arsenal yang tidak memenuhi harapan tinggi Arsene Wenger seperti dilansir Sportskeeda.


Gervinho

Bek Fiorentina, Stefan Savic (kiri) berebut bola dengan pemain AS Roma Gervinho pada leg kedua 16 besar Liga Europa di Stadio Olimpico, Roma, Italy (19/3/2015). AS Roma Kalah 0-3 atas Fiorentina. ( AFP PHOTO/Fillipo Monteforte)

Kemampuan Gervinho sudah tidak diragukan lagi. Dia bersinar di panggung Internasional bersama Pantai Gading dan dia menikmati karier yang produktif di Roma setelah dijual oleh Arsenal. Eden Hazard bahkan menyebut Gervinho sebagai pemain terbaik yang pernah bermain bersamanya.

Ketika direkrut Arsene Wenger pada usia 24 tahun, Gervinho diyakini akan menjadi superstar Arsenal terbaru. Biaya 10 juta pounds terlihat murah, sementara kecepatan dan kekuatannya membuat pertahanan klub-klub Premier League takut padanya. Setelah memainkan pertandingan pertamanya, Gervinho langsung menegaskan dirinya di tim dan mengakhiri musim debutnya dengan 37 penampilan.

Gervinho dicoba sebagai striker setelah kepergian Robin Van Persie pada 2012 dan dengan cepat mulai mencetak gol secara rutin. Meskipun demikian, Olivier Giroud kemudian menjadi striker utama di Emirates dan ini membuat kepercayaan dirinya menurun dan berdampak pada performanya. Pada akhir musim 2012/13, Wenger mengakui bahwa Arsenal menghambat perkembangannya dan sangat dijual ke Roma dengan kerugian 3 juta pounds.


Lukas Podolski

Eks pemain Arsenal, Lukas Podolski berselfie dengan penggemar saat upacara penyambutan di Kobe, Jepang barat, (6/7). Vissel Kobe kabarnya membayar €2,6 juta guna menebus Penyerang berusia 32 tahun ini. (Tsuyoshi Ueda/Kyodo News via AP)

Podolski bergabung dengan Arsenal pada 2012 dengan nilai transfer 10 juta pounds. Mendatangkan pemain Jerman berusia 27 tahun dengan hampir 100 caps bersama timnas sepertinya menjadi pembelian besar bagi tim London.

Musim debutnya menjanjikan dengan 16 gol meski bermain sebagai sayap. Musim keduanya terganggu cedera, tetapi masih punya rata-rata lebih dari satu gol setiap tiga pertandingan. Podolski juga meraih trofi pertamanya bersama The Gunners setelah bermain 60 menit di final FA Cup 2014 melawan Hull City.

Lanjut Baca:

Musim ketiganya menurun secara perlahan karena Wenger kesulitan mencari peran yang tepat untuk pemain Jerman itu di skuatnya. Kurangnya kesadaran bertahan dan masalah kebugaran membuat Podolski tersisih dari tim utama dan kemudian dipinjamkan ke Inter Milan. Setelah tidak masuk dalam rencana Wenger, Podolski memilih bergabung dengan Galatasaray pada musim panas 2015. Bakat Podolski akhirnya terbuang sia-sia di London karena Wenger tidak mampu mengakomodasinya ke dalam sistem pemainan menyerangnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya