Liputan6.com, Bima: Ribuan warga dari berbagai desa di Kecamatan Lambu, Bima, Nusa Tenggara Barat, yang menolak keberadaan tambang emas di wilayah mereka kembali mengamuk, Kamis (24/11). Hampir tiap warga mengacung acungkan senjata tajam seperti tombak dan parang.
Massa keliling desa mencari warga yang mendukung keberadaan tambang. Rumah Mahdin yang merupakan pengurus Partai Golongan Karya Kecamatan Lambu menjadi sasaran. Mahdin dianggap memobilisasi warga untuk mendukung keberadaan tambang emas. Gerbang rumah itu dijebol warga.
Warga yang kehabisan kesabaran terus mencari rumah para pendukung tambang lainnya dan meminta mereka menandatangani surat pernyataan penolakan tambang. Sempat terjadi ketegangan saat seorang warga mengacungkan parang ke arah Kapolsek Lambu Iptu Kosim yang tengah menghalau warga.
Sejumlah warga lainnya berhasil melerai sehingga Kapolsek Lambu luput dari sabetan parang. Suasana mereda setelah pengunjuk rasa mengumpulkan tanda tangan penolakan tambang dari warga yang sebelumnya pro. Sebelum kembali ke desa masing-masing, warga sempat mengarak Kapolsek Lambu.
Aksi warga ini merupakan yang kesekian kalinya setelah Bupati Bima Fery Zulkarnain memperpanjang izin eksplorasi tambang emas PT Sumber Mineral Nusantara di Kecamatan Lambu dan Sape yang hampir mencapai 25 ribu hektare.(JUM)
Massa keliling desa mencari warga yang mendukung keberadaan tambang. Rumah Mahdin yang merupakan pengurus Partai Golongan Karya Kecamatan Lambu menjadi sasaran. Mahdin dianggap memobilisasi warga untuk mendukung keberadaan tambang emas. Gerbang rumah itu dijebol warga.
Warga yang kehabisan kesabaran terus mencari rumah para pendukung tambang lainnya dan meminta mereka menandatangani surat pernyataan penolakan tambang. Sempat terjadi ketegangan saat seorang warga mengacungkan parang ke arah Kapolsek Lambu Iptu Kosim yang tengah menghalau warga.
Sejumlah warga lainnya berhasil melerai sehingga Kapolsek Lambu luput dari sabetan parang. Suasana mereda setelah pengunjuk rasa mengumpulkan tanda tangan penolakan tambang dari warga yang sebelumnya pro. Sebelum kembali ke desa masing-masing, warga sempat mengarak Kapolsek Lambu.
Aksi warga ini merupakan yang kesekian kalinya setelah Bupati Bima Fery Zulkarnain memperpanjang izin eksplorasi tambang emas PT Sumber Mineral Nusantara di Kecamatan Lambu dan Sape yang hampir mencapai 25 ribu hektare.(JUM)