Papua Nugini Beli Listrik PLN Mulai Bulan Depan

Pembelian listrik Papua Nugini ke PLN ini karena dua mesin PLTU Holtekamp, berdaya 50 megawatt sudah beroperasi. Sementara beban puncak untuk Jayapura dan sekitarnya mencapai 73 megawatt.

Oleh KabarPapua.co diperbarui 14 Sep 2018, 19:00 WIB
Teras depan Perbatasan Indonesia dan Papua Nugini yang terletak di Skouw, Kota Jayapura, Provinsi Papua. (KabarPapua.co/Katharina)

Jayapura - Kerjasama bilateral Negara Papua Nugini dengan Indonesia terus terjalin baik. Salah satunya adalah keberlanjutan pembelian listrik sebesar 2 megawatt dari PT PLN (persero) wilayah Papua dan Papua Barat (PLNWP2B).

Rencananya penandatanganan kerjasama pembelian listrik akan dilakukan pada Oktober 2018. Pemerintah Papua Nugini bersama dengan PLNWP2B bahkan beberapa kali telah melakukan pertemuan rutin dalam pembahasan draf kerjasama tersebut.

Asisten Analis Komunikasi PLNWP2B, Septian Pujianto menuturkan untuk menindaklanjuti pembelian listrik, General Manager PLNWP2B, Ari Dartomo dan sejumlah teknisinya berkunjung ke Port Moresby untuk melihat jaringan yang akan dibangun.

Saat ini, PLNWP2B memiliki tegangan 20 KV dan sementara di Papua Nugini ketegangan 22 KV. Untuk menyamakan tegangan itu, maka akan dirancang melalui travo step up.

"Kami akan menaikkan tegangan hingga sama yakni 22 KV. Pada tahapan awal, Papua Nugini akan membeli 2 megawatt listrik. Penambahan pembelian listrik akan terus berlanjut, salah satunya dialirkan ke Vanimo," ujar Septian, Jumat 14 September 2018.

Pembelian listrik oleh pemerintah Papua Nugini dari PLNWP2B, salah satunya dikarenakan telah beroperasinya dua mesin PLTU Holtekamp, masing-masing berdaya 50 megawatt. Sementara beban puncak untuk Jayapura dan sekitarnya mencapai 73 megawatt.

Jika pembelian listrik ini terlaksana dengan baik, maka jaringan distribusi listrik dibangun sampai ke Wutung dan selanjutnya Papua Nugini akan menyambung distribusi ke Vanimo, Aitape dan kemungkinan sampai ke Wewak. 

Ikuti berita menarik lainnya dari kabarpapua.co di tautan ini.

Simak video menrik berikut di bawah ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya