Enam Prajurit Paskhas Korban GAM Dikuburkan

Jenazah enam anggota Pasukan Khusus TNI Angkatan Udara korban bentrokan dengan GAM, dimakamkan di kampung halamannya masing-masing. Dua prajurit dikuburkan di Yogyakarta.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Juni 2002, 20:56 WIB
Liputan6.com, Yogyakarta: Dua anggota Pasukan Khas TNI Angkatan Udara yang tewas ditembak Gerakan Aceh Merdeka dimakamkan di kampung halamannya di Yogyakarta, Jumat (21/6) siang. Prajurit Satu Budi Marwoto dikubur dengan upacara kemiliteran di Pemakaman Dusun Tegal Layang, Panduk-Bantul, Yogyakarta. Pria yang belum berkeluarga itu gugur dalam usia 27 tahun. Di kesempatan terpisah, Pratu Basuki dikebumikan di Pemakaman Desa Balong, Kalasan, Sleman. Kedua jenazah prajurit itu tiba di Bandar Udara Adi Sutjipto pada Kamis malam sekitar pukul 23.25 WIB.

Sebelumnya, enam jenazah anggota Paskhas diterbangkan ke Medan dari Bandara Sultan Iskandar Muda. Di ibu kota Sumatra Utara itu, jenazah Pratu Gunawan Siahaan diturunkan dan dimakamkan di Deli Serdang. Selanjutnya pesawat Hercules melanjutkan penerbangan menuju Jakarta. Upacara militer yang dipimpin langsung Kepala Staf TNI AU Marsekal Cheppi Hakim menerima jenazah Pratu Tarmizi. Komandan Paskhas Marsekal Muda Mudjanto dan sejumlah perwira tinggi TNI AU turut hadir. Dua jenazah anggota Paskhas lain yakni Pratu Widodo dan Pratu Ragael Suparni dibawa ke Magelang, Jawa Tengah, dan Madiun, Jawa Timur.

Para prajurit yang tewas itu dihadang pasukan elite GAM dalam perjalanan pulang dari Pasar Krung Raya menuju markas radar di Desa Ie Seu-um, Kecamatan Krung Raya, Aceh Besar, Rabu pekan ini [baca: Enam Anggota Pasukan Khas Ditembak GAM]. Para korban yang menumpang kendaraan Bandara Sultan Iskandar Muda tersebut dihujani tembakan dari arah bukit sehingga tidak sempat membalas. Kelompok GAM juga membawa lima dari enam pucuk senapan serbu laras panjang SS-1.

Menanggapi peristiwa itu, Komanda Daerah Militer Iskandar Muda, Nanggroe Aceh Darussalam, menambah satu peleton dari Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) untuk mengejar anggota separatis GAM [baca: TNI Menambah Satu Peleton untuk Menyisir GAM].(COK/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya