Bangganya Riska dan Nur Meni Raih Perunggu Kano/Kayak Asian Games

Cabang kano/kayak sprint di nomor final ganda putri 500 meter, Riska Andriyani dan Nur Meni berhasil meraih medali perunggu, dengan catatan waktu 2,7 menit.

oleh Raden Trimutia Hatta diperbarui 31 Agu 2018, 09:58 WIB

Fokus, Palembang - Cabang kano/kayak sprint di nomor final ganda putri 500 meter, Riska Andriyani dan Nur Meni berhasil meraih medali perunggu, dengan catatan waktu 2,7 menit. Riska dan Meni, kalah cepat dibanding atlet China yang memperoleh medali emas dengan catatan waktu 2,2 menit. Sementara keping medali perak direbut pedayung Uzbekistan yang memiliki selisih waktu empat detik lebih lambat dari juara pertama.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Jumat (31/8/2018), kategori kano ganda 500 meter putri diikuti oleh atlet-atlet berusia muda. Indonesia diwakili oleh Nur Meni yang berusia 26 tahun, dan dibanding atlet lain, Nur Meni terbilang lebih tua, karena lainnya berusia antara 17 hingga 24 tahun. Nur Meni berpasangan dengan Riska Andriyani yang menginjak usia 22 tahun.

Sementara itu, di nomor kayak empat orang putra 500 meter, tim Indonesia gagal meraih medali, setelah finish di urutan keenam. Kemenangan justru diraih tim Kazakhstan, Korea dan Iran, setelah mereka membubuhkan waktu tercepatnya.

Final kayak tunggal 500 meter putri Indonesia yang menurunkan atlet  Maysche Ibo Stevani berusia 23 tahun, harus mengakui keunggulan atlet-atlet tangguh dari negara lain, dan finish di posisi ke lima. Medali emas direbut Yue Li dari China, dan perak diraih atlet Iran, Hediye Kazemi, sedangkan perunggu dibawa pulang atlet Korea, Sunja Lee.

Sementara itu, di nomor kayak ganda 1000 meter putra, Indonesia yang diwakili  Andri Sugiarto dan Erik Saf, yang menempati lajur 9 juga gagal memetik medali lantaran finish di posisi kedelapan. Sementara, lagi-lagi medali emas direbut atlet China.

Sedangkan di nomor kano ganda C2 1000 meter putra, pasangan Indonesia, Anwar Tarra dan Dedi Saputra, juga kalah bersaing dengan pasangan ganda lain dari China, Kazahstan dan Uzbekistan yang masing-masing mendulang emas, perak dan perunggu. (Galuh Garmabrata)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya