Liputan6.com, Sawangan: Nahdlatul Ulama dan Muhamadiyah tidak terlibat konflik. Apalagi menurut rencana, kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini akan melakukan safari bersama pada tanggal 24 November mendatang. Ajang safari itu bertujuan untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa tidak ada keretakan yang terjadi di antara NU dengan Muhamadiyah [Baca: Amien Mendukung Safari Rekonsiliasi Nasional, 08/11/2000]. Penegasan hal ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar NU K.H. Hasyim Muzadi dalam acara peringatan hari jadi NU ke-74 di Sawangan, Jawa Barat, Sabtu (11/11) kemarin.
Menurut Hasyim, saat ini sama sekali tidak ada konflik antara NU dengan Muhamadiyah. Apalagi, isu memanasnya hubungan antarkedua organisasi massa tersebut hanya disebabkan oleh perbedaan pendapat antara Presiden Abdurrahman Wahid dengan Ketua MPR Amien Rais [Baca: Gus Dur: "Saya Tidak Ambil Pusing", 09/11/2000]. Kebetulan, keduanya ini adalah sosok-sosok pimpinan di kedua ormas Islam tersebut. Ironisnya, dalam pemahaman Hasyim, hal ini diwarnai oleh pernyataan berbagai kalangan yang malah semakin memanaskan suasana.
Kendati demikian, Hasyim berharap bahwa upaya yang dilakukannya bersama Syafii Maarif tidak kembali dinodai dengan untuk memanas-manasi situasi yang sudah mulai membaik. Selain itu, untuk masa selanjutnya diharapkan hubungan NU dan Muhamadiyah tidak diasosiasikan dengan hubungan antarelite politik tertentu.(BMI/Esther Mulyanie dan Julianus)
Menurut Hasyim, saat ini sama sekali tidak ada konflik antara NU dengan Muhamadiyah. Apalagi, isu memanasnya hubungan antarkedua organisasi massa tersebut hanya disebabkan oleh perbedaan pendapat antara Presiden Abdurrahman Wahid dengan Ketua MPR Amien Rais [Baca: Gus Dur: "Saya Tidak Ambil Pusing", 09/11/2000]. Kebetulan, keduanya ini adalah sosok-sosok pimpinan di kedua ormas Islam tersebut. Ironisnya, dalam pemahaman Hasyim, hal ini diwarnai oleh pernyataan berbagai kalangan yang malah semakin memanaskan suasana.
Kendati demikian, Hasyim berharap bahwa upaya yang dilakukannya bersama Syafii Maarif tidak kembali dinodai dengan untuk memanas-manasi situasi yang sudah mulai membaik. Selain itu, untuk masa selanjutnya diharapkan hubungan NU dan Muhamadiyah tidak diasosiasikan dengan hubungan antarelite politik tertentu.(BMI/Esther Mulyanie dan Julianus)