95 Persen Penduduk Surakarta Terdaftar JKN-KIS

Dari 562.801 penduduk Kota Surakarta, yang terdaftar memiliki JKN-KIS sudah 537.726 jiwa.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 28 Juli 2018, 16:00 WIB
Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari beserta Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo (Foto: Humas BPJS Kesehatan)

Liputan6.com, Jakarta Per Juli 2018, sekitar 95 persen penduduk Kota Surakarta sudah terdaftar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah peserta JKN-KIS Kota Surakarta per bulan Juli 2018 sebanyak 537.726 jiwa dari total jumlah penduduk 562.801 jiwa.

“Di bulan Juli ini kepesertaan Kota Surakarta sebanyak 95,54 persen dari total penduduk, sehingga dengan jumlah tersebut sudah dapat dikatakan Cakupan Semesta dan artinya masih terdapat 25.075 jiwa atau 4,46 persen penduduk yang perlu diberikan jaminan kesehatan,’’ kata Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari di Pendhapi Gedhe Balaikota Surakarta, Jumat (27/7/2018).

Andayani mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surakarta serta seluruh pemangku kepentingan, yang turut berperan aktif dalam menyehatkan masyarakat Indonesia, khusunya penduduk di Kota Surakarta melalui Program JKN-KIS.

“Diharapkan dengan adanya Peluncuran Solo Universal Health Coverage yang dapat kita laksanakan hari ini, dapat menstimulasi cakupan kepesertaan semesta bagi seluruh penduduk Kota Surakarta,” tambah Andayani dalam acara yang juga dihadiri Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo ini mengutip rilis BPJS Kesehatan yang diterima Health-Liputan6.com.

 

 

Fasilitas kesehatan

RS PKU Solo

Semakin banyaknya jumlah peserta JKN-KIS, berarti dibutuhkan fasilitas kesehatan untuk melayani masyarakat. Hingga saat ini di Surakarta sudah tersedia 395 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

FKTP di Surakarta terdiri dari 109 puskesmas, 146 dokter praktek perorangan, 100 klinik pratama dan 40 dokter gigi.

Sementara itu, di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) di Surakarta terdiri dari 44 rumah sakit dan 3 klinik utama. Sampai saat ini, dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia, tercatat 494 Kabupaten/Kota telah mengintegrasikan Jamkesda-nya ke Program JKN-KIS.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya