LIPI: Salah Pilih Cawapres, Jokowi Bisa Tersandung

Sejauh ini, elektabilitas Jokowi cenderung terus menanjak.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 19 Juli 2018, 13:43 WIB
Presiden Jokowi memberi pidato saat merayakan Hari Musik Nasional 2017 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/3). Hari Musik Nasional diperingati setiap tanggal 9 Maret. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Survei Pusat Penelitian Politik LIPI menunjukkan elektablitas Joko Widodo masih tinggi di angka 58,2 persen dalam skema dua nama. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menjadi pesaing terkuat dengan elektablitas 26,6 persen.

Peneliti senior LIPI, Syamsuddin Haris menilai elektabilitas Jokowi tinggi dan cenderung meningkat lantaran tingkat kepuasan kinerja cukup tinggi. Dia menuturkan Jokowi seharusnya fokus menuntaskan kerjanya agar menjaga elektablitasnya.

"Fokus oleh Pak Jokowi jadi gak usah membahas cawapres dan sebagainya fokus kerja aja, dengan demikian elektabilitasnya itu bisa stabil dan meningkat," ujarnya saat rilis survei di kawasan Senayan, Kamis (19/7/2018).

Namun, Syamsuddin mengingatkan ada beberapa faktor yang bisa menjadi ganjalan. Suara Jokowi bisa turun jika salah memilih cawapres. Hal serupa juga bisa terjadi bila Jokowi diterpa isu berbau agama dan ras.

"Potensi untuk tersandungnya bisa salah pilih cawapres bisa juga terjebak dalam isu yang sifatnya sektarian, agama, SARA," jelasnya.

Selain itu, dia mengatakan posisi Jokowi aman apabila hanya pertarungan dua capres. Lain lagi ceritanya bila muncul tiga capres.

"Kalau kemudian manti ada tiga capres pasti gak aman pasti akan pecah dukungannya," katanya.

 

Skenario 3 Calon

Syamsuddin mengatakan strategi seperti di Pilkada DKI Jakarta dengan tiga calon belum tentu mengalahkan Jokowi. Hanya saja, kemungkinan terjadi dua putaran sangat besar.

Survei dilaksanakan pada 19 April sampai 5 Mei 2018 dengan wawancara tatap muka. Survei memiliki responden 2100 orang yang diambil dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei sebesar kurang lebih 2,14 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

Saksikan video pilihan di bawah ini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya