SBY: Kalau Pilkada Berjalan Jujur dan Adil Harus Kita Terima

Dia mengungkapkan, partai Demokrat harus legowo menerima kekalahan dan mengucapkan selamat kepada kandidat yang menang.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 28 Juni 2018, 08:34 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan keterangan pers saat memantau hasil quick count Pilkada Serentak 2018 dari Ruang Monitoring di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (27/6). (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Hasil quick count atau hitung cepat sementara menempatkan pasangan yang diusung oleh Partai Demokrat yaitu Deddy Mizwar-Dedy Mulyadi di urutan ketiga dalam kontestasi Pilkada Jabar 2018.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku, partainya sebagai pengusung pasangan itu akan menerima kekalahan jika prosesnya berjalan jujur dan adil.

"Di Jabar kita juga mengamati yang ada di televisi. Kalau Jabar ini berjalan jujur dan adil, harus kita terima, yang diusulkan Demokrat tidak berhasil harus kita terima," kata SBY di Wisma Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (27/6/2018).

Dia mengungkapkan, partai Demokrat harus legowo menerima kekalahan dan mengucapkan selamat kepada kandidat yang menang.

"Kita harus siap menerima kekalahan. Seperti tradisi kami, calon-calon yang diusung selalu komunikasi dengan kami. Bagi calon kami yang kalah, saya sampaikan sabar dan tawakal. Bagi calon yang menang pesan saya sama, bersyukur rangkul semua," ujar SBY.

Dia menyatakan, selama lima tahun periode kepemimpinan harus berjalan damai. "Jalan lima tahun jangan berhadapan, terus saling jegal, mari jaga silaturahmi," tegas SBY.

Ditanya apakah Pilkada Serentak 2018 bisa mempengaruhi kekuatan pada Pemilu 2019, mantan Presiden ke-6 RI ini mengatakan bisa berpengaruh bisa juga tidak. "Jawabannya ya dan tidak (berpengaruh)," kata SBY.

SBY menjelaskan, kemenangan di pilkada tak lantas bisa menjadi tiket kemenangan di pilpres sebab pilkada merupakan perang antarcalon, bukan perang antarpartai politik.

"Karena pilkada itu kan memilih calon gubernur, bupati dan wali kota, superstarnya itu ya calon bupati, calon wali kota, calon gubernur dan wakilnya, bukan partai politiknya," ujar SBY.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Penambah Motivasi

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono memasukkan surat suara setelah mencoblos pada Pilkada Serentak 2018 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06 Kelurahan Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Rabu (27/6). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

SBY melanjutkan, Kemenangan yang diraih oleh salah satu pasangan juga tidak serta merta akan mendongkrak kemenangan parpol pengusung pada pemilu tahun depan, meski parpol tersebut memenangkan banyak pasangan calon.

"Tetapi tentu bagaimanapun kalau yang diusung partai politik tertentu termasuk partai Demokrat, gubernur, bupati dan wali kota berhasil, berarti ini akan meningkatkan moril kami dan insyaallah kami akan berjuang lagi untuk tahun depan," jelas dia.

SBY menyatakan kemangan yang berhasil diraih Demokrat pada pilkada tahun ini akan dijadikan sebagai amunisi motivasi baru dalam menyambut pemilu pada 2019.

"Semangat baru untuk berjuang lebih gigih ke depan, tapi kalau banyak yang menang tidak berarti sudah selesai dan pasti pemilu tahun depan Demokrat juga akan sukses, tidak boleh begitu, kita akan berjuang habis-habisan," pungkas SBY.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu Achmud

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya