Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Fayakhun Andriadi usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/6). Fayakhun diperiksa sebagai tersangka kasus Bakamla anggaran tahun 2016 APBN-P. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Fayakhun Andriadi menuruni tangga usai melengkapi berkas kasus dugaan suap pengadaan satelit monitoring atau pengawasan di Bakamla di gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/6). (Merdeka.com/Dwi Narwoko)
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Fayakhun Andriadi mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik kasus Bakamla anggaran tahun 2016 APBN-P di gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/6). (Merdeka.com/Dwi Narwoko)
Ekspresi anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Fayakhun Andriadi usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/6). Fayakhun diperiksa sebagai tersangka kasus Bakamla anggaran tahun 2016 APBN-P. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)
Ekspresi anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Fayakhun Andriadi usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/6). Fayakhun diperiksa sebagai tersangka kasus Bakamla anggaran tahun 2016 APBN-P. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Fayakhun Andriadi mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik kasus Bakamla anggaran tahun 2016 APBN-P di gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/6). (Merdeka.com/Dwi Narwoko)