Liputan6.com, Petra: Beberapa hari tak terlihat di Liputan 6 Malam SCTV, reporter senior Jeremy Teti ternyata berziarah dan wisata ke Hollyland di Jerusalem, Israel. Di temani kameraman Frets Ferdinand, ia mengunjungi objek wisata Petra di Jordania yang dikenal sebagai makam raja Romawi kuno dan masuk dalam Seven World Wonders atau tujuh keajaiban dunia versi Unesco.
Sebelum menuju ke objek wisata utama Petra, para pengunjung dianjurkan mengenakan masker, penutup kepala, serta kacamata gelap. Ini dikarenakan kondisi jalan amat berdebu, terik matahari menyengat, serta aroma kotoran onta dan kuda yang sangat menusuk hidung.
Jarak dari loket penjualan tiket menuju objek utama Petra sekitar dua kilometer. Objek wisata bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menyewa onta dan kuda berpenumpang satu orang. Jika berdua, pengunjung dapat menggunakan sado, tentu dengan tarif yang berbeda.
Semuanya dibayar mengunakan dolar Amerika Serikat atau dinar Jordan. Untuk menumpang kuda, tarifnya US$ 10. Sementara untuk onta dikenakan tarif US$ 20, begitu juga dengan sado.
Sepanjang perjalanan yang berkerikil dan berdebu, kita disuguhkan relief indah terpahat di tebing bukit-bukit batu. Setelah berjalan sekitar satu kilometer, pengunjung berjalan di antara celah gunung yang begitu menakjubkan. Sebab, gunung batu ini terbelah dan celahnya sekitar lima meter dan biasanya dijadikan saluran air saat hujan.
Berjalan di celah gunung cuacanya cukup sejuk karena sinar matahari hanya sedikit yang menembus ke celah gunung. Objek yang cantik ini beberapa kali dijadikan lokasi pembuatan film box office, seperti Indiana Jones dan Transformer. Tak heran, jika objek wisata ini di kunjungi ribuan orang setiap bulannya dari berbagai penjuru dunia.
Setelah capai berjalan bermandikan keringat dan debu, semuanya terobati setelah melihat dari dekat makam raja Romawi dengan arsitekturnya yang menawan. Di lokasi ini ada sejumlah onta disiapkan untuk pemotretan atau bisa digunakan untuk kembali ke pintu loket utama. Selain itu, ada juga beberapa warung penjual cindera mata dan tukang foto keliling yang siap mengantarkan hasil pemotretan saat kita sudah sampai kembali ke pintu gerbang.(BOG)
Sebelum menuju ke objek wisata utama Petra, para pengunjung dianjurkan mengenakan masker, penutup kepala, serta kacamata gelap. Ini dikarenakan kondisi jalan amat berdebu, terik matahari menyengat, serta aroma kotoran onta dan kuda yang sangat menusuk hidung.
Jarak dari loket penjualan tiket menuju objek utama Petra sekitar dua kilometer. Objek wisata bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menyewa onta dan kuda berpenumpang satu orang. Jika berdua, pengunjung dapat menggunakan sado, tentu dengan tarif yang berbeda.
Semuanya dibayar mengunakan dolar Amerika Serikat atau dinar Jordan. Untuk menumpang kuda, tarifnya US$ 10. Sementara untuk onta dikenakan tarif US$ 20, begitu juga dengan sado.
Sepanjang perjalanan yang berkerikil dan berdebu, kita disuguhkan relief indah terpahat di tebing bukit-bukit batu. Setelah berjalan sekitar satu kilometer, pengunjung berjalan di antara celah gunung yang begitu menakjubkan. Sebab, gunung batu ini terbelah dan celahnya sekitar lima meter dan biasanya dijadikan saluran air saat hujan.
Berjalan di celah gunung cuacanya cukup sejuk karena sinar matahari hanya sedikit yang menembus ke celah gunung. Objek yang cantik ini beberapa kali dijadikan lokasi pembuatan film box office, seperti Indiana Jones dan Transformer. Tak heran, jika objek wisata ini di kunjungi ribuan orang setiap bulannya dari berbagai penjuru dunia.
Setelah capai berjalan bermandikan keringat dan debu, semuanya terobati setelah melihat dari dekat makam raja Romawi dengan arsitekturnya yang menawan. Di lokasi ini ada sejumlah onta disiapkan untuk pemotretan atau bisa digunakan untuk kembali ke pintu loket utama. Selain itu, ada juga beberapa warung penjual cindera mata dan tukang foto keliling yang siap mengantarkan hasil pemotretan saat kita sudah sampai kembali ke pintu gerbang.(BOG)