Pengamat: SBY Harus Jadi Pemimpin Transformasional

Peneliti senior LSI Burhanuddin Muhtadi menyarankan Presiden SBY sebaiknya berlaku sebagai pemimpin transformasional, bukan transaksional.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 September 2011, 21:51 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Peneliti senior Lembaga Survei Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyarankan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebaiknya berlaku sebagai pemimpin transformasional, bukan transaksional.

"Presiden harus berani mengurangi model kepemimpinan transaksional, tapi transformasi," kata Muhtadi di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (29/9).

Terkait rencana reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, SBY disarankan segera mengganti sejumlah menteri berkinerja buruk. Dengan begitu, SBY dapat memaksimalkan tiga tahun sisa masa jabatan untuk mengabdi kepada kepentingan rakyat.

Presiden harus bisa memberi warisan besar yang dapat dikenang sepanjang masa. Caranya, lanjut Muhtadi, dengan mengurangi rasa takut terhadap jerat parpol anggota Sekretariat Gabungan (Setgab). "SBY jangan mau dikendalikan pimpinan parpol koalisi, sebab mereka semua hanya mementingkan diri dan kelompok," ujarnya.

Menurut Burhanuddin, pemimpin ideal adalah pemimpin yang mampu menjadikan ciri khas kepemimpinan dirinya sebagai mantra dalam memengaruhi rakyat. "Dengan begitu, ketika berbagai janji dimunculkan, maka hal itu muncul sebagai harapan baru," katanya.(WIL/ULF)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya