Liputan6.com, Jakarta: Pino Damayanto alias Ahmad Hurif alias Ahmad Yusefa Hayat (sebelumnya tertulis Yosefa, Yosepa atau Yosepha, red) alias Hayat alias Raharjo, pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah, adalah anggota JAT (Jamaah Ansharut Tauhid) Cirebon. Demikian diungkapkan Kadiv Humas Polri Irjen Polisi Anton Bachrul Alam di Jakarta, Selasa (27/9).
Identitas pelaku bom bunuh diri di Solo terungkap setelah kepolisian melakukan tes DNA pelaku dengan anak perempuan dan orangtua pelaku. Hasil identifikasi tersebut diperkuat dengan sejumlah tanda operasi yang terdapat di tubuh korban.
"Ada kecocokan ditemukan tanda bekas operasi hernia pada tubuh pelaku. Juga, tanda ada penebalan kulit di pergelangan tangan korban. Kita kumpulkan data dari pihak keluarga dan itu cocok," jelas Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Mosaddeq Ishak.
Pino Damayanto alias Ahmad Hurif alias Ahmad Yusefa Hayat alias Hayat alias Raharjo merupakan warga Jalan Pendesa, Cirebon, Jawa Barat. Berdasarkan akta kelahiran pelaku yang diberikan keluarga, pelaku dilahirkan dengan nama Pino Damayanto di Cirebon pada 1980. Lantaran sering sakit-sakitan, nama pelaku diganti menjadi Ahmad Hurif [baca: Pelaku Bom Bunuh Diri Diakui Pihak Keluarga].(SHA)
Identitas pelaku bom bunuh diri di Solo terungkap setelah kepolisian melakukan tes DNA pelaku dengan anak perempuan dan orangtua pelaku. Hasil identifikasi tersebut diperkuat dengan sejumlah tanda operasi yang terdapat di tubuh korban.
"Ada kecocokan ditemukan tanda bekas operasi hernia pada tubuh pelaku. Juga, tanda ada penebalan kulit di pergelangan tangan korban. Kita kumpulkan data dari pihak keluarga dan itu cocok," jelas Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Mosaddeq Ishak.
Pino Damayanto alias Ahmad Hurif alias Ahmad Yusefa Hayat alias Hayat alias Raharjo merupakan warga Jalan Pendesa, Cirebon, Jawa Barat. Berdasarkan akta kelahiran pelaku yang diberikan keluarga, pelaku dilahirkan dengan nama Pino Damayanto di Cirebon pada 1980. Lantaran sering sakit-sakitan, nama pelaku diganti menjadi Ahmad Hurif [baca: Pelaku Bom Bunuh Diri Diakui Pihak Keluarga].(SHA)