Liputan6.com, Jakarta: Presiden Megawati Sukarnoputri meletakkan batu pertama pada pembangunan Monumen Pahlawan Seroja di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (6/6) petang. Presiden didampingi suaminya Taufik Kiemas saat meresmikan tugu yang dibangun untuk mengenang 3.000 pejuang yang gugur di Timor Timur itu. Panglima TNI Laksamana Widodo A.S juga hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Megawati mengaku langsung setuju ketika Panglima TNI berniat membangun Monumen Seroja. Bahkan, putri bekas Presiden Soekarno itu memerintahkan rencana tersebut segera diwujudkan. Megawati juga bercerita saat berkunjung ke Republik Demokrat Timor Leste, dia telah meminta Presiden Xanana Gusmao menjaga Taman Makam Pahlawan Seroja [baca: Presiden ke Timtim demi Kepentingan Nasional].
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menambahkan, Monumen Seroja sengaja dibangun dengan menunjuk ke arah Timtim. Tujuannya, agar semua pihak mengingat para pahlawan yang ada di Timtim. "Biar badan hancur, roh, dan jiwa tetap ada. Makanya jangan patah semangat, karena jiwa ada di sini," kata Megawati sambil terisak.
Menurut Widodo, Monumen Seroja dijadikan wujud realisasi terlepasnya Timtim dari NKRI. Karena itu, pembangunan monumen bersejarah ini telah melalui berbagai pertimbangan. Diharapkan, Presiden Megawati bisa meresmikan tugu yang dibangun di atas tanah seluas satu hektare itu pada 10 November mendatang.(KEN/Imelda Sari dan Dwi Nindyas)
Dalam sambutannya, Megawati mengaku langsung setuju ketika Panglima TNI berniat membangun Monumen Seroja. Bahkan, putri bekas Presiden Soekarno itu memerintahkan rencana tersebut segera diwujudkan. Megawati juga bercerita saat berkunjung ke Republik Demokrat Timor Leste, dia telah meminta Presiden Xanana Gusmao menjaga Taman Makam Pahlawan Seroja [baca: Presiden ke Timtim demi Kepentingan Nasional].
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menambahkan, Monumen Seroja sengaja dibangun dengan menunjuk ke arah Timtim. Tujuannya, agar semua pihak mengingat para pahlawan yang ada di Timtim. "Biar badan hancur, roh, dan jiwa tetap ada. Makanya jangan patah semangat, karena jiwa ada di sini," kata Megawati sambil terisak.
Menurut Widodo, Monumen Seroja dijadikan wujud realisasi terlepasnya Timtim dari NKRI. Karena itu, pembangunan monumen bersejarah ini telah melalui berbagai pertimbangan. Diharapkan, Presiden Megawati bisa meresmikan tugu yang dibangun di atas tanah seluas satu hektare itu pada 10 November mendatang.(KEN/Imelda Sari dan Dwi Nindyas)