Top 3 Berita Hari Ini: Mengaku Teroris, Kakek Ini Bikin Pucat Pramugari Lion Air

Top 3 berita hari ini, senyum hangat pramugari cantik Lion Air yang menyambutnya di depan pintu pesawat memudar dan berganti pucat.

oleh M SyukurMaria FloraMuhamad Ridlo diperbarui 17 Mei 2018, 23:00 WIB
Pramugari. (iStockphoto)

Liputan6.com, Pekanbaru - Top 3 berita hari ini, akibat ulah usil seorang kakek, Pesawat Lion Air JT 291 tujuan Jakarta gagal terbang. Lantaran dia mengaku sebagai teroris yang membawa bom di dalam tas-nya.

Sontak senyum hangat sang pramugari cantik yang menyambutnya di depan pintu pesawat memudar dan berganti pucat.

Sementara itu, rentetean aksi terorisme yang di sejumlah daerah, kini menyisakan duka mendalam bagi para keluarga korban. Salah satunya pada sosok Ipda Auzar yang bertugas di Ditlantas Polda Riau.

Ipda Auzar tewas saat mencoba mengadang satu teroris yang mecoba melarikan diri dari Mapolda Riau. Dia tewas ditabrak Avanza putih.

Sempat dibawa ke RS Bhayangkara untuk dirawat selama sejam, namun akhirnya guru ngaji itu mengembuskan nafas terakhirnya.

Sosoknya meninggalkan kesan mendalam kepada Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Rudi Syarifuddin. Di direktorat itu, Auzar selalu berdinas.

Rudy menyebutkan, Auzar selama ini dikenal sebagai polisi berjiwa sosial tinggi. Dia memiliki sekitar 500 anak yatim yang diasuhnya.

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini

1. Disenyumi Pramugari, Balasan Kakek di Bandara Riau Bikin Penerbangan Tertunda

Ilustrasi Pramugari (AFP)

Seorang kakek bernama Dasril Bakri, tiba-tiba mengaku sebagai seorang teroris kepada pramugari yang menyambutnya dengan senyum hangat. Tak hanya itu, kakek tersebut juga mengaku sedang membawa bom di ranselnya.

Eksekutif General Manager, PT Angkasa Pura II Pekanbaru, Jaya Tahoma Sirait membenarkan informasi tersebut. Meski cuma bercanda, informasi kakek itu ditanggapi serius oleh petugas keamanan bandara.

Jaya menerangkan, ulah Dasri ini bermula ketika memasuki pintu pesawat. Disambut senyuman pramugari, Dasril lalu mengatakan dirinya teroris.

"Saya bawa bom dan saya teroris," ucap Jaya, menirukan kalimat Dasril kepada pramugari.

Selengkapnya...

2. Permintaan Sederhana Napi Teroris Nusakambangan Saat Ramadan, Apa Saja?

Suasana di dalam Lapas Permisan, Nusakambangan. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Ratusan narapidana atau napi teroris yang kini mendekam di Pulau Penjara Nusakambangan, Cilacap, mempersiapkan diri sebaik mungkin pada Ramadan 1439 Hijriah ini.

Di luar itu, rupanya ada makanan-makanan khusus selama Ramadan yang juga dikonsumsi saat berbuka puasa maupun sahur. Di antaranya adalah kurma dan madu.

Sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan dikenal sangat ketat dalam urusan makanan. Mereka akan meneliti satu per satu makanan yang hendak dikirimkan ke para napi.

Untuk itu, Tim Pengacara Muslim (TPM) meminta agar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) memudahkan hak-hak narapidana kasus terorisme Lapas Nusakambangan selama menjalani ibadah Ramadan.

Selengkapnya... 

3. 5 Fakta Sosok Ipda Auzar, Polisi Korban Tewas Penyerangan di Mapolda Riau

Ipda Pol Auzar, Korban Penyerangan Terduga Teroris di Mapolda Riau. (Riauonline.co.id)

Aksi teroris belum berhenti walau puasa Ramadan hanya jelang sehari. Pada Rabu pagi, 16 Mei 2018, sekitar enam orang dengan menumpang Avanza putih tiba-tiba menerobos masuk ke halaman Mapolda Riau dengan menabrakkan mobil mereka.

Akibat tindakan sembrono itu, seorang polisi dan seorang wartawan menjadi korban. Polisi tersebut bernama Ipda Auzar.

Ipda Auzar ternyata sudah lima tahun terakhir aktif dalam komunitas Laskar Sepeda Tua Pekanbaru. Ketua komunitas pecinta sepeda ontel Fajar Daulay menyebut, Ipda Auzar selalu mendukung moral dan material untuk komunitas itu.

Selengkapnya...

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya