Liputan6.com, Tanjungbalai: Pemerintah Daerah Tanjungbalai Karimun, Riau, menutup perkampungan prostitusi di Desa Puakang, baru-baru ini. Saat operasi penutupan, 21 orang pekerja seks komersial (PSK) beserta induk semangnya ditangkap.
Proses penutupan 50 ruko yang disinyalir sebagai tempat mangkal sekitar 800 PSK itu dilakukan tim gabungan dari kepolisian, satuan polisi pamong praja, dan unsur organisasi kepemudaan setempat. Tapi operasi ini kurang sukses karena hampir sebagian besar penghuni ruko di tempat ini kabur sesaat sebelum penertiban. Bupati Karimun Muhammad Sani menegaskan, tim gabungan akan bertindak lebih represif bila sampai kini masih terlihat ada yang berpraktik.
Beberapa waktu silam, 150 orang wanita PSK dan pria yang mengencaninya juga ditangkap di sejumlah lokasi di Pekanbaru. Mereka dijaring dalam operasi susila yang digelar Kepolisian Wilayah Kota Besar Pekanbaru [baca: Puluhan Pekerja Seks di Pekanbaru Digerebek]. Selain itu, polisi pun menangkap sejumlah pasangan tak resmi yang menginap di beberapa wisma.(ICH/Erwan Buntaro dan Aloysius Aran)
Proses penutupan 50 ruko yang disinyalir sebagai tempat mangkal sekitar 800 PSK itu dilakukan tim gabungan dari kepolisian, satuan polisi pamong praja, dan unsur organisasi kepemudaan setempat. Tapi operasi ini kurang sukses karena hampir sebagian besar penghuni ruko di tempat ini kabur sesaat sebelum penertiban. Bupati Karimun Muhammad Sani menegaskan, tim gabungan akan bertindak lebih represif bila sampai kini masih terlihat ada yang berpraktik.
Beberapa waktu silam, 150 orang wanita PSK dan pria yang mengencaninya juga ditangkap di sejumlah lokasi di Pekanbaru. Mereka dijaring dalam operasi susila yang digelar Kepolisian Wilayah Kota Besar Pekanbaru [baca: Puluhan Pekerja Seks di Pekanbaru Digerebek]. Selain itu, polisi pun menangkap sejumlah pasangan tak resmi yang menginap di beberapa wisma.(ICH/Erwan Buntaro dan Aloysius Aran)