Liputan6.com, Jakarta Perbedaan momen bulan ramadan juga dirasakan oleh Syahrini. Sebagai umat muslim dirinya memiliki kewajiban untuk berpuasa.
Pada saat bulan puasa tiba, Syahrini mengaku kalau ia tak bisa lepas dari makanan ini. Terlebih lagi yang spesial, makanan ini adalah buatan sang mama.
Advertisement
"Tradisi itu sahur. Aku buka puasa harus kolak buatannya mama, pencernaanku kan lain, sensitif, kalau kolak yang lain aku akan sensitif pasti sakit. Jadi enggak bisa puasa besoknya," ujarnya ketika ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/5).
Harus Higienis Dibuat Oleh Sang Mama
Syahrini mengaku ia harus memakan asli masakan sang mama yang benar-benar higienis. Buka puasa dirinya tak akan pernah lupa untuk membawa sekotak kolak.
Bahkan ia pun tak bisa makan kolak selain kolak buatan sang mama. Menurutnya, ia hanya mau makan kolak buatan sang mama karena masalah kebersihan. Higienis adalah alasan utamanya.
"Jadi kolak yang benar-benar higienis, bersih dari rumah asli yang dibuat mama. Ke mana-mana ke tv on air, buka puasa bawa dari rumah sendiri sekotak kecil. Yang penting kan membatalkan puasa dulu, habis itu shalat maghrib," lanjutnya.
Ziarah ke Makam Leluhur
Salah satu tradisi dalam keluarganya yaitu menyempatkan untuk ziarah ke makam keluarga yang telah mendahuluinya. Menurutnya, wajib hukumnya untuk mendoakan. Rencananya, Syahrini akan melakukan ziarah sebelum puasa tiba nanti.
"Sebelum puasa beberapa hari Insya Allah mau nyekar ke makam almarhum insya Allah. Nyekar kan bukan wajib, berdoa bisa di mana saja, tetapi tidak ada salahnya nyekar," pungkasnya.
Sumber: Kapanlagi.com
Reporter: Akbar Prabowo Triyuwono