Liputan6.com, Suva: Jaringan makanan cepat saji Kentucky Fried Chicken menghentikan operasi di Fiji karena sengketa soal impor bahan bumbu ayam goreng itu. Perusahaan multinasional itu mengatakan pemerintah militer Fiji tidak mengizinkan impor rempah-rempah, susu, dan telur.
Para pejabat Fiji mengatakan dua kardus telur dan susu tertunda pengirimannya karena KFC perlu memberikan dokumen resmi. Mereka menuduh perusahaan itu membesar-besarkan sengketa dan bahwa KFC menarik diri karena operasi mereka bangkrut.
Menteri Pertanian Kolonel Mason Smith mengatakan perusahaan itu menggunakan taktik pemasaran tersendiri. "Masalahnya ada pada KFC untuk memberikan kami sertifikat, itu saja yang kami minta," katanya seperti dikutip BBC Indonesia, Kamis (4/8).
Perusahaan yang memiliki tiga gerai di Fiji itu mengatakan masalah impor dan juga naiknya harga bahan pengan menyulitkan mereka mendapatkan keuntungan. Namun Elvis Silvestrini, dari Badan Keamanan Bio Fiji (BAF), menyanggah pernyataan KFC itu. "Faktanya adalah BAF hanya sementara waktu menahan bahan adonan susu dan telur karena KFC tidak memiliki dokumen yang diperlukan," katanya.
"Kami menunggu sertifikat veteriner sejak awal Mei (2011). Karena sertifikat tidak diberikan, kami tidak bisa mengeluarkan kardus berisi bahan adonan itu."(ADO)
Para pejabat Fiji mengatakan dua kardus telur dan susu tertunda pengirimannya karena KFC perlu memberikan dokumen resmi. Mereka menuduh perusahaan itu membesar-besarkan sengketa dan bahwa KFC menarik diri karena operasi mereka bangkrut.
Menteri Pertanian Kolonel Mason Smith mengatakan perusahaan itu menggunakan taktik pemasaran tersendiri. "Masalahnya ada pada KFC untuk memberikan kami sertifikat, itu saja yang kami minta," katanya seperti dikutip BBC Indonesia, Kamis (4/8).
Perusahaan yang memiliki tiga gerai di Fiji itu mengatakan masalah impor dan juga naiknya harga bahan pengan menyulitkan mereka mendapatkan keuntungan. Namun Elvis Silvestrini, dari Badan Keamanan Bio Fiji (BAF), menyanggah pernyataan KFC itu. "Faktanya adalah BAF hanya sementara waktu menahan bahan adonan susu dan telur karena KFC tidak memiliki dokumen yang diperlukan," katanya.
"Kami menunggu sertifikat veteriner sejak awal Mei (2011). Karena sertifikat tidak diberikan, kami tidak bisa mengeluarkan kardus berisi bahan adonan itu."(ADO)