Jakarta Persija Jakarta bakal berhadapan dengan PSIS Semarang pada laga pekan kelima Gojek Liga 1 bersama Bukalapak yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (20/4/2018) sore WIB. Pertandingan ini merupakan kesempatan Persija membuktikan bukan tim jago kandang.
Advertisement
Persija dikenal tangguh ketika bermain di kandang di semua kompetisi musim ini. Dalam empat laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Macan Kemayoran tak terkalahkan.
Pasukan Stefano Cugurra Teco itu sukses mencetak 11 gol dan hanya kebobolan dua gol dalam laga Piala AFC dan Liga 1 musim ini. Namun, catatan apik Persija ternyata tak sejalan dengan penampilan mereka di kandang lawan.
Dalam empat lawatan ke markas lawan, Persija belum sekalipun meraih kemenangan. Klub kebanggaan masyarakat ibu kota itu menelan dua kekalahan dan dua kali kalah. Bahkan, Persija hanya mampu mencetak satu gol dan kebobolan enam gol.
Kekalahan terakhir Persija dalam laga tandang terjadi ketika takluk 1-4 dari PSMS Medan di Stadion Teladan, Medan (6/4/2018). Oleh sebab itu, laga melawan PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung bisa menjadi babak awal pembuktian kalau Persija bukan klub yang jago kandang.
Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco, mengatakan timnya saat ini sedang memiliki mental yang bagus setelah meraih kemenangan dan tak kebobolan dalam dua pertandingan terakhir. Hal itulah yang diklaim Teco menjadi modal berharga Persija untuk mengalahkan PSIS.
"Kemenangan dua kali atas Johor Darul Ta'zim dan Borneo FC membuat mental kami sedang bagus. Apalagi dalam pertandingan terakhir kami tidak kebobolan," kata Teco dalam konferensi pers jelang laga, Kamis (19/4/2018).
"Semua lini mulai belakang, tengah, dan depan, juga saling membantu untuk mencetak dua gol (ketika melawan Borneo). Ini bagus untuk motivasi kami ketika menghadapi PSIS," ucap pelatih berpaspor Brasil itu.
PSIS Percaya Diri
Sementara itu, PSIS Semarang juga sedang dalam kepercayaan diri tinggi. Klub berjulukan Laskar Mahesa Jenar belum terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir, yang dua di antaranya digelar di kandang.