Liputan6.com, Oslo: Puluhan korban penembakan yang dilakukan oleh Anders Behring Breivik masih dirawat di rumah sakit, salah satunya adalah Adrian Pracon. Lelaki ini mengalami luka tembak di bahunya, tapi berhasil selamat karena bersembunyi di balik jenazah rekannya yang tewas karena diterjang peluru Anders.
Insiden mengerikan itu tak akan pernah dilupakan Adrian Pracon. Sambil duduk di tempat tidur rumah sakit dengan tangan tertancap jarum infus, Pracon menceritakan aksi penembakan membabi buta yang dilakukan Anders Behring Breivik.
Pracon ketika itu tengah berlibur di Pulau Utoya, pulau kecil tak jauh dari Oslo yang memang biasa digunakan untuk rekreasi. Entah bagaimana asal muasalnya, tiba-tiba seseorang mengenakan seragam polisi hitam--yang belakangan diketahui bernama Anders Behring Breivik--melepaskan tembakan membabi buta ke arah sejumlah pemuda.
Pracon berusaha melarikan diri namun tak urung bahunya terkena tembakan. Ia kemudian tersungkur dan bersembunyi di balik jenazah korban penembakan itu. Usahanya ini berhasil karena akhirnya ia luput dari pantauan Anders.
Anders sendiri akhirnya ditangkap setelah polisi datang ke lokasi kejadian. Tapi puluhan pemuda yang ternyata anggota Partai Buruh yang berkuasa di Norwegia, tewas menjadi korban keganasan Anders.
Lelaki lajang berusia 32 tahun itu belakangan mengaku sebagai seorang fundamentalis yang anti-Islam dan anti-Asia. Dia merasa negaranya terancam oleh kehadiran kaum pendatang muslim dan Asia, dan partai yang berkuasa dinilainya harus ikut bertanggung jawab. (Telegraph/mla)
Insiden mengerikan itu tak akan pernah dilupakan Adrian Pracon. Sambil duduk di tempat tidur rumah sakit dengan tangan tertancap jarum infus, Pracon menceritakan aksi penembakan membabi buta yang dilakukan Anders Behring Breivik.
Pracon ketika itu tengah berlibur di Pulau Utoya, pulau kecil tak jauh dari Oslo yang memang biasa digunakan untuk rekreasi. Entah bagaimana asal muasalnya, tiba-tiba seseorang mengenakan seragam polisi hitam--yang belakangan diketahui bernama Anders Behring Breivik--melepaskan tembakan membabi buta ke arah sejumlah pemuda.
Pracon berusaha melarikan diri namun tak urung bahunya terkena tembakan. Ia kemudian tersungkur dan bersembunyi di balik jenazah korban penembakan itu. Usahanya ini berhasil karena akhirnya ia luput dari pantauan Anders.
Anders sendiri akhirnya ditangkap setelah polisi datang ke lokasi kejadian. Tapi puluhan pemuda yang ternyata anggota Partai Buruh yang berkuasa di Norwegia, tewas menjadi korban keganasan Anders.
Lelaki lajang berusia 32 tahun itu belakangan mengaku sebagai seorang fundamentalis yang anti-Islam dan anti-Asia. Dia merasa negaranya terancam oleh kehadiran kaum pendatang muslim dan Asia, dan partai yang berkuasa dinilainya harus ikut bertanggung jawab. (Telegraph/mla)