Pilot Tuna Daksa Mendarat di Jakarta

Para pecinta olahraga dirgantara bersorak gembira. Mereka memberikan sambutan kepada pilot pesawat swayasa yang seorang tuna daksa.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Juli 2011, 08:21 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Hujan mengguyur dan pandangan tidak cukup jauh bagi mata telanjang menembus guyuran butir-butir air itu. Dari kejauhan, pelan-pelan rupa pesawat terbang swayasa menjadi jelas dan mendarat di Lapangan Terbang Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (22/7).

Setelah pesawat terbang swayasa berkursi tunggal itu berhenti sempurna, para pecinta olahraga dirgantara yang menunggu-nunggu kehadiran wahana terbang itu bersorak gembira. Mereka memberikan sambutan kepada pilot pesawat itu.

Penerbang yang mendaratkan pesawat swayasa itu seorang tuna daksa. Ia adalah Dave Sykes asal Inggris. Ia mendarat di Indonesia untuk menyelesaikan misinya memecahkan rekor terbang solo microlight  menempuh rute York, Inggris, menuju Sydney, Australia. Indonesia menjadi satu negara persinggahan dalam penerbangan solo tiga benua itu.

Pria berusia 43 tahun itu langsung memarkir microlight-nya di hanggar Lapangan Terbang Wiladatika disambut pengelola lapangan terbang setempat, Bagas Ardhadirga, dan beberapa jurnalis. Dengan penuh senyum ia berkata, "Akhirnya, tiba juga..."

Sebelumnya, Sykes mendarat di Palembang, Sumatra Barat, untuk mengawali perjalanannya di Indonesia menuju Sydney, Australia. Penerbangan lintas benua memakai pesawat terbang swayasa single seater itu ia lakukan untuk memperingati 80 tahun penerbangan serupa atas nama Amy Johnson.

Dari Jakarta, Sykes akan terbang menuju Semarang, Surabaya, Bali, Bima, Kupang, melintas ke Darwin di Australia Utara dan mengakhiri perjalanannya di Sydney, negara bagian New South Wales di sisi tenggara Australia. Dengan menerbangi rute memakai wahana angkasa seperti itu, menjadikan Sykes sebagai penerbang tuna daksa pertama di dunia yang mencetak prestasi itu.

Sykes mengalami kecelakaan lalu lintas berat pada November 1993 hingga kakinya lumpuh. Kakinya yang lumpuh tidak menjadikan dia tidak cekatan untuk melakukan berbagai hal secara mandiri.

Setelah memarkir pesawat ultra ringannya di hanggar, ia menurunkan peta rute perjalanannya. Setelah itu, ia merakit kursi roda secara mandiri. Dalam penerbangan itu, kursi rodanya disimpan di bagian belakang pesawat sport jenis strike Pegasus Quick GT-nya.

Setelah selesai merakit kursi roda dan meletakkan di sisi kirinya, ia turun perlahan untuk duduk di kursi tersebut. Ia menuturkan, ia akan menempuh jarak sekitar 11.714 mil laut atau sekitar 21.709 kilometer dari York, Inggris, hingga Sydney Australia.

"Beragam tantangan saya hadapi. Sebutlah cuaca ekstrim di tiap negara, menyeberangi lautan luas, termasuk beragam tradisi atau birokrasi saat akan mendarat di suatu negara untuk beristirahat dan mengisi bahan bakar," ujar Sykes. "Ini saya juga lakukan untuk menggalang dana yang akan disumbangkan untuk pengadaan ambulans udara Yorkshire."(Ant/SHA)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya