Liputan6.com, Kupang: Presiden Megawati Sukarnoputri meresmikan Bendungan Tilong, di sebelah utara Kota Kupang, Nusatenggara Timur, Ahad (19/5). Pembangunan bendungan dimaksudkan untuk mengatasi kekeringan dan menyediakan air bersih bagi masyarakat setempat.
Menurut warga, sudah sebulan kekeringan terjadi di Kupang. Seperti tahun sebelumnya, masa kekeringan dan kesulitan air ini diperkirakan akan berlangsung selama delapan bulan. Ini membuat warga membeli air bersih untuk minum dan mandi. Mereka membutuhkan dana Rp 50 ribu per tiga hari untuk membeli air bersih. Masa kering air juga membuat warna tanaman dan permukaan tanah berubah menjadi cokelat.
Data Pemda Kupang menyebutkan, pembangunan Bendungan Tilong yang menghabiskan dana sekitar Rp 140 miliar ini bisa mensuplai air sebanyak Rp 150 ribu liter per detik. Selain itu, bendungan ini juga mampu mengairi sawah seluas 300 hektare.(ULF/Yudah Prakoso)
Menurut warga, sudah sebulan kekeringan terjadi di Kupang. Seperti tahun sebelumnya, masa kekeringan dan kesulitan air ini diperkirakan akan berlangsung selama delapan bulan. Ini membuat warga membeli air bersih untuk minum dan mandi. Mereka membutuhkan dana Rp 50 ribu per tiga hari untuk membeli air bersih. Masa kering air juga membuat warna tanaman dan permukaan tanah berubah menjadi cokelat.
Data Pemda Kupang menyebutkan, pembangunan Bendungan Tilong yang menghabiskan dana sekitar Rp 140 miliar ini bisa mensuplai air sebanyak Rp 150 ribu liter per detik. Selain itu, bendungan ini juga mampu mengairi sawah seluas 300 hektare.(ULF/Yudah Prakoso)