Liputan6.com, Jakarta: Setelah jasanya hanya tercatat dalam buku sejarah selama puluhan tahun sebagai penasik Bendera Pusaka yang dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, baru kali ini pemerintah menyatakan Fatmawati Soekarno sebagai Pahlawan Nasional. Acara penganugerahan gelar pahlawan yang berlangsung baru-baru ini di Istana Negara Jakarta itu tampak lebih istimewa dengan kehadiran keluarga besar almarhum Proklamator. Presiden Abdurrahman Wahid dalam amanatnya menyatakan bahwa penghargaan pemerintah atas jasa pahlawan itu merupakan bukti penghormatan dan pengakuan atas ketulusan perjuangan yang diberikan kepada para tokoh tersebut.
Dalam acara itu juga dianugerahkan berbagai penghargaan kepada para tokoh nasional. Misalnya saja Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputera Utama, Bintang Mahaputera Pratama, Bintang Mahaputera Nararya, Bintang Jasa Utama, dan Bintang Jasa Pratama. Kesemua penghargaan tadi diberikan kepada 21 putra-putri terbaik bangsa yang umumnya sudah almarhum. Di antaranya penerima bintang penghargaan itu adalah sastrawan Sutan Takdir Alisyahbana, almarhum J.B. Mangunwidjaya, dan almarhum Mochammad Sjafei.(BMI/Jannus Siahaan dan Satya Pandia)
Dalam acara itu juga dianugerahkan berbagai penghargaan kepada para tokoh nasional. Misalnya saja Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputera Utama, Bintang Mahaputera Pratama, Bintang Mahaputera Nararya, Bintang Jasa Utama, dan Bintang Jasa Pratama. Kesemua penghargaan tadi diberikan kepada 21 putra-putri terbaik bangsa yang umumnya sudah almarhum. Di antaranya penerima bintang penghargaan itu adalah sastrawan Sutan Takdir Alisyahbana, almarhum J.B. Mangunwidjaya, dan almarhum Mochammad Sjafei.(BMI/Jannus Siahaan dan Satya Pandia)