Mengulang Insiden MotoGP Malaysia 2015, Apa Kata Marquez?

Balapan MotoGP Argentina 2018 seperti de javu MotoGP Malaysia 2015.

oleh Ahmad Fawwaz UsmanDiterbitkan 09 April 2018, 08:50 WIB
Aksi pembalap Repsol Honda, Marc Marquez pada MotoGP Argentina 2018 di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo. (Juan Mabromata / AFP)

Liputan6.com, Santiago del Estero - Pemandangan yang terjadi pada MotoGP Argentina 2018 membawa ingatan orang pada insiden MotoGP Malaysia 2015 di Sirkuit Sepang. Bedanya, jika dulu Marc Marquez yang mencium aspal, kini giliran Valentino Rossi yang harus terjatuh.

Pasca balapan MotoGP Argentina di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo, Senin (9/4/2018) dinihari WIB, publik lebih banyak menyoroti apa yang terjadi dengan Marquez dan Rossi. Maklum, balapan itu sempat dihiasi dengan insiden terjatuhnya Rossi.

Insiden itu sendiri terjadi pada lap ke-19. Marquez berniat mengambil posisi Rossi yang saat itu ada di urutan ketujuh dari bagian dalam tikungan. Sayang, aksi pembalap Repsol Honda itu justru berbuah kontak dengan The Doctor.

Rossi yang kehilangan kendali motornya pun terjatuh hingga akhirnya hanya finis di urutan ke-19 MotoGP Argentina. Yang menarik, tak lama Rossi terjatuh, Marquez langsung menoleh ke belakang dan memberikan gestur minta maaf dengan tangannya.

Hal ini mirip seperti yang dilakukan Rossi pada MotoGP Malaysia 2015. Usai diduga menendang Marquez, pembalap Movistar Yamaha itu juga langsung menoleh ke belakang. Karenanya, ada kekhawatiran dari diri Marquez bahwa kontroversi itu akan kembali terulang.

"Jujur, saya tak peduli. Saya hanya fokus pada bagian saya dan saya tahu apa yang terjadi. Tentu hari ini saya melakukan beberapa kesalahan. Sebagian kesalahan dari Race Director dan beberapa karena saya," ujar Marquez, dikutip Crash.

 


Inisiatif Minta Maaf

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez sempat terlibat kontak dengan Valentino Rossi pada MotoGP Argentina 2018. (Juan Mabromata / AFP)

"Saya pikir saya melakukan semuanya dengan baik dan saya sangat senang karena kecepatannya bagus. Tapi Anda tahu soal yang lain, saya hanya mencoba untuk fokus dan melaju 100 persen," ia menambahkan.

Marquez sendiri sudah mencoba untuk menunjukkan sikap dewasanya. Usai balapan, ia langsung menghampiri garasi Rossi. Hal ini jadi pemandangan yang sangat langka. Ia ditemani Emilio Alzamora, manajernya bermaksud untuk melayangkan permintaan maaf.

Namun, Marquez tak sempat berbicara langsung dengan Rossi. Saat akan menghampirinya, pembalap berusia 25 tahun itu hanya berbicara dengan Alessio Salucci, sahabat Rossi. Pada akhirnya, terlihat gestur yang menunjukkan Salucci seakan meminta Marquez untuk pergi.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya