Sejumlah orang melakukan long march saat memperingati 50 tahun pembunuhan Martin Luther King Jr di Memphis, Tennessee (4/4). Martin Luther King dibunuh pada tanggal 4 April 1968. (AP/Mark Humprey)
Pendeta James Lawson berpidato di balkon di luar kamar 306 di National Civil Rights Museum yang sebelumnya adalah Motel Lorraine saat peringatan 50 tahun pembunuhan Martin Luther King Jr, Memphis, Tennessee (4/4). (AP/Mark Humprey)
Pendeta Jesse Jackson (kiri atas) berpidato di balkon di luar kamar 306 Motel Lorraine yang kini menjadi National Civil Rights Museum saat peringatan 50 tahun pembunuhan Martin Luther King Jr, Memphis, Tennessee (4/4). (AP/Mark Humprey)
Seorang pria memegang poster Martin Luther King Jr saat menghadiri peringantan 50 tahun pembunuhan Martin Luther King Jr di Memphis, Tennessee (4/4). (AP/Mark Humprey)
Pendeta Jesse Jackson (kiri), Terry Lee Freeman (tengah) dan Pendeta Michael Pfleger menempatkan karangan bunga di tempat Martin Luther King Jr di Memphis, Tennessee (4/4). (AFP/Brendan Smialowski)
Pendeta John Lewis meninggalkan Motel Lorraine usai mengikuti peringantan 50 tahun pembunuhan Martin Luther King Jr di Memphis, Tennessee (4/4). (AFP/Brendan Smialowski)
Seorang wanita mendengarkan lonceng saat menghadiri peringantan 50 tahun pembunuhan Martin Luther King Jr di Memphis, Tennessee (4/4). Martin Luther King Jr ditembak di balkon kamarnya di lantai dua Motel Lorraine di Memphis. (AFP/Brendan Smialowski)
Sejumlah orang memperingati 50 tahun pembunuhan Martin Luther King Jr di Memphis, Tennessee (4/4). Martin Luther King Jr dibunuh ketika memberi dukungan terhadap aksi mogok yang dilakukan para pekerja sanitasi. (AP/Mark Humprey)