Liputan6.com, Jakarta: Tahlilan hari kedua almarhum K.H. Zainuddin MZ digelar di Jalan Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Isak tangis sesekali terdengar dari balik lantunan doa ratusan keluarga, kerabat, dan warga sekitar.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dien Syamsuddin turut berbela sungkawa. Ia langsung bertolak menuju kediaman Zainuddin usai mengisi acara di Bali dan Jawa Timur. Baginya, Zainuddin adalah sosok da`i yang kompleks.
"Kepergian almarhum adalah kehilangan bagi kita semua," ucap Dien di Halo Selebriti SCTV, Kamis (7/7). "Almarhum adalah sosok ulama dan da`i pencerahan."
Rasa simpati senada juga datang dari Habib Mahdi Alatas, salah satu sahabat baik Zainuddin. Menurutnya, Da`i Sejuta Umat itu selalu bersemangat saat pergi berdakwah. Zainuddin bahkan kerap menghadiri banyak acara di hari yang sama.
"Beliau semangat dakwahnya luar biasa," tutur Habib.
Sebelum dipanggil Yang Maha Kuasa, Zainuddin menunjukkan beberapa perilaku tak biasa. Mantan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi itu sempat meminta seseorang membersihkan masjid di depan rumahnya.
"Minta orang bersihin masjid. Katanya, entar siang ada banyak tamu," kata Lutfi Manlutfi MZ, salah satu anak Zainuddin.
KH Zainuddin Hamidi meninggal dunia akibat penyakit jantung di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Selasa kemarin. Gatot Soeseno, dokter pribadi Zainuddin, mengatakan bahwa pasiennya memang memiliki tekanan darah dan level gula di atas normal [baca: Meninggal Mendadak, Kyai Zainuddin MZ Belum Sempat Dirawat].(SHA)
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dien Syamsuddin turut berbela sungkawa. Ia langsung bertolak menuju kediaman Zainuddin usai mengisi acara di Bali dan Jawa Timur. Baginya, Zainuddin adalah sosok da`i yang kompleks.
"Kepergian almarhum adalah kehilangan bagi kita semua," ucap Dien di Halo Selebriti SCTV, Kamis (7/7). "Almarhum adalah sosok ulama dan da`i pencerahan."
Rasa simpati senada juga datang dari Habib Mahdi Alatas, salah satu sahabat baik Zainuddin. Menurutnya, Da`i Sejuta Umat itu selalu bersemangat saat pergi berdakwah. Zainuddin bahkan kerap menghadiri banyak acara di hari yang sama.
"Beliau semangat dakwahnya luar biasa," tutur Habib.
Sebelum dipanggil Yang Maha Kuasa, Zainuddin menunjukkan beberapa perilaku tak biasa. Mantan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi itu sempat meminta seseorang membersihkan masjid di depan rumahnya.
"Minta orang bersihin masjid. Katanya, entar siang ada banyak tamu," kata Lutfi Manlutfi MZ, salah satu anak Zainuddin.
KH Zainuddin Hamidi meninggal dunia akibat penyakit jantung di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Selasa kemarin. Gatot Soeseno, dokter pribadi Zainuddin, mengatakan bahwa pasiennya memang memiliki tekanan darah dan level gula di atas normal [baca: Meninggal Mendadak, Kyai Zainuddin MZ Belum Sempat Dirawat].(SHA)