Siswa MAN 2 Tulungagung Membuat Buku

Para siswa MAN 2 Tulungagung membuat buku yang tidak kalah dengan penerbit menggunakan desain grafis. Yang bikin bangga lagi, buku-buku kreasi siswa itu, banyak yang isinya murni buah pena siswa sendiri.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 Juni 2011, 11:16 WIB
Citizen6, Tulungagung: Seorang siswi sedang melihat beberapa buku ciptaan para siswa MAN 2 Tulungagung. (Pengirim: Muhibuddin)
Citizen6, Tulungagung: Guru mata pelajaran desain grafis di MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 2 Tulungagung, Jawa Timur, sedikit kaget ketika para siswa berdatangan ke ruang guru untuk menyerahkan buku-buku yang masih baru. Buku-buku baru itu diserahkan anak didiknya untuk memenuhi tugas mata pelajaran desain grafis yang diikutinya selama semester  II tahun pelajaran 2010-2011.

Yang bikin kaget karena mereka mengumpulkan buku-buku yang semuanya masih baru. Tapi, karena buku-buku yang dikumpulkan itu merupakan hasil karya bikinan anak didiknya sendiri. Kendati digarap secara amatir, buku-buku kreasi siswa MAN 2 Tulungagung ini, secara fisik penampilannya tak kalah dengan buku-buku penerbit yang beredar di pasaran. Yang bikin bangga lagi, buku-buku kreasi siswa itu, banyak yang isinya murni buah pena siswa sendiri. "Sungguh tak menyangka jika tugas yang kami berikan, akhirnya menghasilkan karya-karya berupa buku seperti ini. Desain sampul, layout hingga cetakannya lumayan bagus. Apalagi, ternyata, buku-buku karya anak didik kami sebagian besar isinya asli karangan sendiri. Ini luar biasa," ujar Fajar Shufi Arifin, guru mata pelajaran desain grafis sambil membolak-balik buku-buku karya anak didiknya, Sabtu (11/06).

Untuk mengaplikasikan kemampuan mempelajari desain grafis, Fajar Shufi memang menugasi anak didiknya yang duduk di kelas X membuat karya nyata. Karya siswa itu bisa dirupakan dalam bentuk buku cetak, kalender hingga desain kaos. "Tiap semester, kami menugasi siswa membuat produk nyata semacam ini," kata alumnus Universitas Jember ini. Hasilnya, menurut Fajar, dalam semester II tahun pelajaran 2010-2011, sedikitnya ada 77 judul buku yang dihasilkan anak didiknya di MAN 2 Tulungagung. Mulanya, buku-buku karya siswa ini yang lebih ditonjolkan aspek desain grafisnya. Namun, dalam kenyataannya, banyak siswa yang membuat buku yang naskahnya merupakan buah pena sendiri. Buah pena itu kemudian didesain, di-layout dan di-print-out  menjadi sebuah buku.

"Saat mengumpulkan hasil karyanya, banyak siswa kami yang membuat buku dari hasil tulisannya sendiri yang orisinil. Ini sangat membanggakan. Memang, ada juga siswa yang membuat desain buku dengan isi mengutip dari sumber lain, ini tidak apa-apa, karena dalam tugas ini yang kami utamakan memang aspek desain grafisnya," tegas Fajar. Buku karya siswa itu, di antaranya berupa novel, kumpulan cerpen, kumpulan puisi, buku humor, buku kuliner dan aneka tips. "Bahkan, ada pula siswa kami yang membuat buku terjemahan kitab kuning," paparnya. Fajar Shufi berharap, buku-buku karya siswanya yang orisinil bisa menarik perhatian penerbit untuk diangkat menjadi buku yang bisa dilempar ke pasaran. "Kami sangat senang jika buku-buku  yang isinya asli karya siswa, dilirik untuk diterbitkan oleh penerbit," ujar guru ini dengan penuh harap.

Penugasan membuat karya semacam ini sudah dilakukan Fajar Shufi sejak semester I Tahun Pelajaran 2010-2011 lalu. Saat itu, tambah dia, para siswa juga berhasil membuat puluhan buku beraneka judul. "Buku-buku karya siswa ini, sekarang tersimpan di kardus ini," terang Fajar seraya menunjukkan beberapa buah kardus yang penuh sesak berisi buku-buku karya anak didiknya. Selain menghasilkan produk buku, lanjut Fajar, mata pelajaran desain grafis ini juga banyak menghasilkan karya siswa berupa kalender, desain kaos dan aneka brosur. "Kalender maupun desain kaos kreasi siswa juga bagus-bagus," jelasnya.

Melihat hasil karya anak didiknya yang mampu membikin buku ini, rencananya, Fajar akan menggandeng guru mata pelajaran bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. "Biar nanti, tugas-tugas dari guru bahasa, misalnya membuat cerpen, puisi, novel atau karya tulis yang lain, bisa diangkat jadi bahan membuat desain grafis dalam bentuk buku. Dengan demikian, karya siswa nantinya semuanya orisinil hasil buah pena sendiri," Fajar Sufi menuturkan.

Sayangnya, setelah dikoreksi untuk diberi nilai, hasil karya siswa itu paling banter hanya disimpan dan dipajang di perpustakaan MAN 2 Tulungagung untuk dinikmati kalangan terbatas. "Kalau memang isinya bagus dan memenuhi standar penerbitan buku, sayang sekali, kalau karya anak didik kami hanya berhenti sampai di perpustakaan sekolah. Karena itu, kami berharap ada penerbit yang tertarik mengangkat hasil karya anak-anak MAN 2 Tulungagung ini," harapnya. (Pengirim: Muhibuddin)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya