Asal Mula Sampah Seberat 16 Ton di Teluk Muara Angke

Sampah diangkut dengan empat kapal fiber menuju ke pinggir Dermaga Kali Adem dan kemudian di bawa ke Bantar Gebang dengan truk.

oleh Yusron Fahmi diperbarui 18 Mar 2018, 06:46 WIB

Fokus, Jakarta - Sekitar 100 petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu dikerahkan untuk membersihkan tumpukan sampah di Teluk Muara Angke. Sampah yang sebagian besar merupakan limbah rumah tangga ini menumpuk di area 1.000 meter persegi dengan total sekitar 16 ton.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Minggu (18/3/2018), sampah diangkut dengan empat kapal fiber menuju ke pinggir Dermaga Kali Adem dan kemudian di bawa ke Bantar Gebang dengan truk.

Pembersihan sampah yang terbawa angin dan banjir rob ini diperkirakan akan memakan waktu satu minggu. Setelah bersih, kawasan ini akan dimanfaatkan untuk hutan mangrove.

"Semula wilayah ini tidak seperti ini, sampah ini sebanyak ini karena terbawa banjir rob dan angin barat. Awalnya petugas kami ingin membersihkan sampah-sampah ini, tapi kapal-kapal kami tidak bisa bersandar karena angin barat. Setelah ini semua bersih, kita akan tanam mangrove nanti disini," kata Kasudin LH Kepulauan Seribu Yusen Hardiman.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan sampah tersebut sudah bertahun tahun menumpuk. Pemprov DKI mengalami kendala karena wilayah itu juga merupakan area milik lingkungan hidup dan kehutanan sehingga memerlukan koordinasi.

"Nanti bagaimana penanganannya akan terus kami lakukan, bagaimana alat berat masuk nanti akan kita lakukan koordinasi. Ini akan kami tangani karena ini butuh koordinasi karena disana ada hutan mangrove, jadi kita tidak bisa sembarangan disana," jelas Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Untuk mempercepat pembersihan sampah, Pemprov DKI juga akan mengerahkan alat berat.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya