Bendungan Tiga Ngarai di Cina Bermasalah

Pejabat tinggi pemerintah Cina mengakui bahwa pembangunan bendungan Tiga Ngarai telah menciptakan sejumlah persoalan pelik dalam pengelolaan lingkungan yang harus dipecahkan segera.

oleh Liputan6Diterbitkan 19 Mei 2011, 15:14 WIB
Liputan6.com, Beijing: Pejabat tinggi pemerintah Cina mengakui bahwa pembangunan bendungan Tiga Ngarai telah menciptakan sejumlah persoalan pelik dalam pengelolaan lingkungan yang harus dipecahkan segera. Menurut sejumlah pejabat resmi negara itu, bendungan ini telah mengakibatkan berbagai bencana dan masalah terkait pemindahan lebih dari sejuta warga ke lokasi baru akibat tergusur proyek bendungan.

Tiga Ngarai merupakan proyek bendungan terbesar di dunia dengan biaya pembangunan hampir mencapai US$ 40 miliar (setara dengan Rp 34 triliun). Pejabat lokal dan berbagai kelompok pegiat telah memperingatkan tentang ancaman berbagai masalah pascaproyek ini. Namun, Konsil Negara sebagai lembaga pemerintah tertinggi Cina berkeras menegaskan besarnya manfaat bendungan Tiga Ngarai.

Bendungan itu membantu mengurangi ancaman banjir, memperbaiki sistem irigasi pertanian, serta menghasilkan listrik. Namun, akhirnya lembaga itu juga mengakui muncul masalah besar yang perlu diatasi segera. Bendungan ini serta areal waduk seluas 600 kilometer di belakangnya, telah menyebabkan terjadinya berbagai bencana lingkungan.

Pemerintah juga mengatakan berbagai hal perlu dilakukan untuk membantu warga korban gusuran proyek bendungan ini yang jumlahnya lebih dari sejuta jiwa. Konsil Negara yang diketuai PM Wen Jiabao mengatakan pembangunan bendungan ini mempengaruhi industri perkapalan, irigasi serta simpanan air, demikian ditulis BBC Indonesia, Kamis (19/5).

Inilah yang sebelumnya sudah dikeluhkan oleh para pejabat lokal dimana proyek pembangunan berdampak. Namun ini pula pertama kalinya pejabat puncak negara itu mengakui bahwa ada persoalan besar dalam pembangunan bendungan terbesar di dunia tersebut.(ADO)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya