Liputan6.com, Jakarta Loyalitas Ismed Sofyan untuk Persija Jakarta tidak perlu diragukan. Pemain asal Aceh ini selalu mengenakan pakaian dengan lambang Monas di dada selama 16 tahun terakhir.
Bersama Bambang Pamungkas, Ismed menjadi saksi pasang surut prestasi Persija. Sudah 17 tahun lamanya tim berjuluk Macan Kemayoran ini tidak lagi mampu meraih trofi sebuah kejuaraan bergengsi.
Advertisement
Tapi, keadaan perlahan berubah seiring kedatangan Stefano Cugurra Teco sebagai pelatih pada musim lalu. Arsitek asal Brasil itu didapuk untuk menaikkan kembali pamor Macan Kemayoran setelah terpuruk pada kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.
Pada Maret 2017, Gede Widiade mencaplok Macan Kemayoran setelah mengambil saham mayoritas dari Ketua Umum Persija, Ferry Paulus. Ismed Sofyan cs. kini memiliki lapangan latihan, mess, dan bus yang tetap.
Setelah sempat tercecer di papan bawah pada awal musim, Persija mengakhiri kompetisi 2017 dengan manis. Armada Teco menduduki peringkat empat sekaligus menggondol satu tiket untuk Piala AFC 2018. Bermain di kompetisi Asia merupakan kali pertama untuk Macan Kemayoran sejak 2001 silam.
Persija menatap kompetisi 2018 penuh dengan keyakinan. Dari tiga turnamen pramusim, dua trofi di antaranya berhasil dibawa pulang ke ibu kota.
Macan Kemayoran berhasil menggondol gelar Boost SportsFix Super Cup dan Piala Presiden 2018. Dari dua perhelatan itu, juru gedor Persija, Marko Simic sukses 12 kali mencatatkan namanya di papan skor.
Ismed menilai, kehadiran Teco dan Gede berperan vital terhadap prestasi Macan Kemayoran. Keduanya merupakan sosok penting kebangkitan Persija setelah mengalami keterpurukan yang berlarut-larut.
Liputan6.com berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan bek kanan berusia 38 tahun ini. Ismed banyak berbicaran terkait pandangannya terhadap penyerang anyar Persija, Marko Simic, dan pengaruh kehadiran Teco dan Gede. Berikut sajiannya:
Soal Marko Simic
Penilaian terhadap kualitas Marko Simic?
Marko Simic pemain yang bagus, dia punya kualitas. Dia juga lama bermain di Malaysia. Lalu datang ke Persija tapi tidak sulit beradaptasi. Terbukti dia menjadi mesin gol untuk Persija.