Hasyim Muzadi: Perusuh Ambon Terkait Jaringan Internasional

Kerusuhan di Ambon pasca-Kesepakatan Damai Malino II diyakini dilakukan kelompok separatis yang terkait jaringan internasional. Mereka menggunakan isu SARA untuk mengacaukan.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 April 2002, 00:11 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi mensinyalir gerakan separatis di Maluku yang berupaya menggagalkan kesepakatan damai Malino II. Gerakan ini diduga terkait erat dengan jaringan nasional dan internasional dengan menggunakan isu suku, agama, ras, dan antargolongan. Tujuannya, untuk mengacaukan dan merusak perdamaian di Maluku. Demikian dikatakan Hasyim Muzadi di Jakarta, Kamis (18/4).

Sebelumnya, Muzadi bersama sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Gerakan Moral Nasional (FGMN) berkunjung ke Ambon, Maluku, selama tiga hari. Selain Muzadi, Ketua PBNU Salahudin Wahid, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Goodwill Zubir, dan Ketua Persatuan Gereja Indonesia Andreas Yewangoe juga turut dalam kunjungan tersebut. Begitu pula Wakil Kardinal Romo Ismartono S.J. Di Ambon, mereka menemui kedua kelompok yang berseteru. Kelompok muslim ditemui di Mesjid Al Fatah. Sedangkan Kelompok Kristen di Gereja Maranatha. Mereka juga menemui kelompok garis keras yang menolak Kesepakatan Malino II. Mereka adalah Komando Laskar Jihad, Front Pembela Islam, Laskar Ahlusunnah Waljamaah, dan Mujahidin. Menurut Muzadi, masing-masing kelompok itu ditemui secara terpisah. Namun, pada 16 April dilakukan pertemuan dengan semua kelompok dan Muspida di Hotel Aman Inn, Ambon.

Selain menemui kedua kelompok dan Muspida, FGMN juga bertugas merehabilitasi mental kedua kelompok tersebut. Untuk itu, mereka menemui kalangan grass root dan pengungsi korban pertikaian [baca: Tokoh Lintas Agama Menemui Kelompok Bertikai Ambon]. Dari hasil pertemuan itulah, Muzadi dan beberapa anggota FGMN berkesimpulan, sumber kekacauan yang terjadi di Maluku adalah akibat gerakan separatisme. Namun, Muzadi tak menjelaskan dasar-dasar penilaian serta kelompok yang terkait dalam kerusuhan pasca-Perjanjian Malino II tersebut [baca: Sebelas Kesepakatan Mengakhiri Pertemuan Malino]. Satu yang pasti, tegas Muzadi, hasil pertemuan dari tokoh lintas agama ini akan dilaporkan kepada pemerintah serta akan disosialisasikan ke dunia internasional.(DEN/Imelda Sari dan Raphael Setyo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya