Ketua Front Kedaulatan Maluku Ditangkap

Ketua Front Kedaulatan Maluku Alexander H. Manuputty ditangkap tim gabungan TNI dan Polri. Penangkapan Alexander sempat membuat suasana di kawasan Kudamati, Ambon, tegang.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 April 2002, 08:48 WIB
Liputan6.com, Ambon: Ketua Front Kedaulatan Maluku (FKM) Alexander H. Manuputty ditangkap tim gabungan dari TNI dan jajaran Direktorat Reserse Kepolisian Daerah Maluku, Rabu (17/4). Tokoh yang bersikeras menuntut kedaulatan Republik Maluku Selatan (RMS) itu dijemput paksa dari kediamannya di kawasan Kudamati, Kelurahan Benteng, Kota Ambon, untuk dimintai keterangan sehubungan dengan rencana pengibaran bendera RMS, 25 April 2002 mendatang.

Penangkapan terhadap Alex--biasa Alexander H. Manuputty disapa--sempat membuat suasana di kawasan Kudamati mencekam. Tapi, tim gabungan yang diterjunkan dalam operasi tersebut bertindak agresif buat menghindari bentrokan. Setiba di kediaman Alex, pasukan yang dipersenjatai lengkap dan dilapisi rompi antipeluru itu langsung memblokade jalan. Selain dari TNI, operasi penangkapan itu juga melibatkan sekitar 100 personel polisi yang berpakaian preman.

Sementara itu, menjelang ulang tahun RMS, TNI telah menyiapkan sebanyak 1.403 personel untuk mengamankan Maluku. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sjafrie Sjamsuddin di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, kemarin menjelaskan pemerintah tegas melarang warga setempat mengibarkan bendera RMS [baca: Pemerintah Akan Tindak Tegas Pengibar Bendera RMS]. Syafrie mengatakan, pengibaran bendera RMS dapat dianggap sebagai bentuk gerakan separatis. "Warga yang nekat mengibarkan bendera akan ditindak tegas," jelas Kapuspen TNI.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya