Hari Ini, Ulang Tahun Emas Kopassus

Kopassus merayakan ulang tahun ke-50. Sejumlah prestasi yang membanggakan telah ditorehkan pasukan elit TNI AD tersebut. Kopassus lahir pada 1952 dengan nama Kesko.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 April 2002, 05:54 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Selasa (16/4), merayakan ulang tahun emasnya. Hingga usia ke-50, pasukan elit TNI Angkatan Darat ini, telah menorehkan sejumlah prestasi yang patut dibanggakan. Namun di antara prestasi yang berhasil dicapainya, saat ini Kopassus juga tengah menghadapi tudingan melakukan sejumlah pelanggaran hak asasi manusia.

Pasukan ini terlahir sebagai buah gagasan Letnan Kolonel Slamet Riyadi, yang kala itu menjabat sebagai Komandan Penyerbuan Penumpasan Pemberontakan Republik Maluku Selatan. Saat itu, TNI kewalahan menghadapi pasukan pemberontak yang diperkuat bekas pasukan elite Kerajaan Belanda, Korps Speciale Troepen. Slamet Riyadi kemudian memimpikan, TNI juga memiliki satu satuan pemukul yang tangguh, dapat diandalkan di semua tempat, waktu, dan keadaan. Sayangnya, sebelum niatan itu terwujud, Slamet Riyadi gugur terlebih dahulu di Laut Arafuru.

Cikal bakal Kopassus, kemudian dirintis Kolonel A.E Kawilarang atasan Slamet Riyadi dalam penumpasan RMS. Kawilarang lalu meminta bantuan Rokus Bernadus Visser alias Mochamad Idjon Janbi, bekas tentara Belanda yang membelot ke TNI. Dari sini terbentuklah Kesatuan Komando Tentara dan Teritorium III (Kesko) yang beranggotakan 400 taruna, di bawah Panglima III Siliwangi, 16 April 1952. Kesatuan ini langsung dipimpin Mayor Idjon yang juga sekaligus menjadi pelatih taruna.

Setahun kemudian, keberadaan Kesko berada langsung di bawah kendali Kepala Staf AD dan berubah nama menjadi Korps Komando AD (KKAD). Beberapa tahun kemudian, nama ini juga diganti menjadi Komando Pasukan Sandhy Yudha (Kopasanda). Sebutan ini juga tak lama disandang. Sebab, pada 1955, pasukan ini berganti nama lagi menjadi Resimen Pasukan Komando AD (RPKAD). Kembali, pada 1959, kesatuan ini diubah menjadi Resimen Para Komando AD. Baru, pada Mei 1985, RPKAD menyandang nama baru menjadi Kopassus hingga sekarang. Saat ini, Komandan Jenderal Kopassus adalah Mayor Jenderal TNI Amirul Asnaini.

Dalam perkembangannya, satuan ini tambah profesional. Bahkan kerap menjadi andalan dalam setiap upaya penumpasan gerakan aksi bersenjata dan teror lainnya. Prestasi yang dicapai itu di antaranya adalah penumpasan berbagai gerakan sparatis di dalam negeri. Selain itu, pasukan Baret Merah ini juga berhasil menggagalkan pembajakan pesawat terbang yang dilakukan Laskar Negara Islam Indonesia di Bandar Udara Don Muang, Bangkok, Thailand, pertengahan 1981.

Kesatuan ini juga pernah berhasil menumpas gerakan Darul Islam Tentara Islam Indonesia, Pemerintah Revolusioner RI Perjuangan Rakyat Semesta di Sulawesi. Pasukan terlatih ini pun berperan besar dalam perebutan kembali Irianjaya hingga penculikan para peneliti di Mapenduma. Di Nanggroe Aceh Darussalam, Kopassus diterjunkan buat menumpas Gerakan Aceh Merdeka. Puncak keberhasilan Kopassus adalah saat menumpas makar berdarah dan upaya kudeta Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia. Kolonel Sarwo Edhi Wibowo yang memimpin penumpasan tersebut.

Tapi, wangi Kopassus kini mulai pudar. Saat ini, Korps Baret Merah itu banyak digelayuti tuduhan terlibat beberapa pelanggaran HAM, mulai dari kasus penculikan aktifis oleh Tim Mawar. Yang paling anyar, Satuan Tugas Tribuana Kopassus disebut-sebut terlibat penculikan dan pembunuhan Ketua Presidium Dewan Papua Theys Hiyo Eluay [baca: Danjen Kopassus Membantah Keterlibatan Anggotanya].(DEN/Alfito Deannova)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya