Liputan6.com, Barcelona: Tampil sangat superior. Itulah gambaran jelas dan nyata menyaksikan kiprah para pemain Barcelona saat melindas tamunya Arsenal 3-1 di leg kedua babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung di Nou Camp semalam. Dengan prosentase 75 persen berbanding 25 persen, anak-anak asuhan Pep Guardiola memberi bukti bahwa mereka memang master-nya possession football.
Namun, ada dua sosok The Gunners yang tak rela dengan kekalahan tersebut. Yang pertama, Robin van Persie. Striker asal Belanda itu secara kontroversial diganjar kartu kuning kedua alias kartu merah oleh wasit Massimo Busacca ketika babak kedua baru berlangsung 10 menit dimana Arsenal sebelumnya mampu menyeimbangkan kedudukan 1-1 lewat gol bunuh diri Sergio Busquets.
Van Persie mendapat kartu kuning kedua karena dinilai membuang waktu dengan tetap melakukan tendangan meskipun wasit telah meniup peluit pertanda off-side. Van Persie berkilah jika dirinya tidak dapat mendengar bunyi peluit Busacca mengingat riuh rendahnya dukungan fans Los Blaugrana yang memenuhi Nou Camp.
“Saya pikir pemberian kartu merah tersebut benar-benar keterlaluan. Mana mungkin saya bisa mendengar bunyi peluit dalam suasana dimana sekitar 95 ribu orang bersorak sorai. Bagaimana saya dapat mendengarnya? Tolong jelaskan,” ujar Van Persie sengit.
“Saya bisa memahami jika wasit mengeluarkan kartu jika apa yang saya lakukan berselang empat, lima atau enam detik dari peluit. Tapi, tendangan saya hanya berjarak sedetik dari bunyi itu. Sepanjang laga ini putusannya benar-benar buruk. Jadi, apa yang ditunjukkannya malam ini benar-benar dagelan,” imbuhnya.
Tak hanya Van Persie yang meradang dengan putusan Busacca, wasit asal Swiss berusia 42 tahun yang telah diangkat menjadi wasit FIFA sejak 1999. Manajer Arsenal Arsene Wenger pun tak kalah geramnya. “Pada saat skor 1-1, jika kami tetap bermain dengan 11 orang, saya pikir kami masih punya kesempatan untuk memenangkan pertandingan. Saya kira Arsenal dan siapa saja yang mencintai sepakbola pastinya frustasi dengan putusan wasit. Sebab, hal itu susah untuk dimengerti. Bagaimana bisa ia membunuh partai yang semenarik ini?” tegas Wenger.(MEG/Mirror)
Namun, ada dua sosok The Gunners yang tak rela dengan kekalahan tersebut. Yang pertama, Robin van Persie. Striker asal Belanda itu secara kontroversial diganjar kartu kuning kedua alias kartu merah oleh wasit Massimo Busacca ketika babak kedua baru berlangsung 10 menit dimana Arsenal sebelumnya mampu menyeimbangkan kedudukan 1-1 lewat gol bunuh diri Sergio Busquets.
Van Persie mendapat kartu kuning kedua karena dinilai membuang waktu dengan tetap melakukan tendangan meskipun wasit telah meniup peluit pertanda off-side. Van Persie berkilah jika dirinya tidak dapat mendengar bunyi peluit Busacca mengingat riuh rendahnya dukungan fans Los Blaugrana yang memenuhi Nou Camp.
“Saya pikir pemberian kartu merah tersebut benar-benar keterlaluan. Mana mungkin saya bisa mendengar bunyi peluit dalam suasana dimana sekitar 95 ribu orang bersorak sorai. Bagaimana saya dapat mendengarnya? Tolong jelaskan,” ujar Van Persie sengit.
“Saya bisa memahami jika wasit mengeluarkan kartu jika apa yang saya lakukan berselang empat, lima atau enam detik dari peluit. Tapi, tendangan saya hanya berjarak sedetik dari bunyi itu. Sepanjang laga ini putusannya benar-benar buruk. Jadi, apa yang ditunjukkannya malam ini benar-benar dagelan,” imbuhnya.
Tak hanya Van Persie yang meradang dengan putusan Busacca, wasit asal Swiss berusia 42 tahun yang telah diangkat menjadi wasit FIFA sejak 1999. Manajer Arsenal Arsene Wenger pun tak kalah geramnya. “Pada saat skor 1-1, jika kami tetap bermain dengan 11 orang, saya pikir kami masih punya kesempatan untuk memenangkan pertandingan. Saya kira Arsenal dan siapa saja yang mencintai sepakbola pastinya frustasi dengan putusan wasit. Sebab, hal itu susah untuk dimengerti. Bagaimana bisa ia membunuh partai yang semenarik ini?” tegas Wenger.(MEG/Mirror)