Mensos Idrus Marham Salurkan Sembako dan Santunan ke Asmat

Kabupaten Asmat, Papua telah ditetapkan sebagai daerah kejadian luar biasa atau KLB campak dan gizi buruk.

oleh Yusron Fahmi diperbarui 21 Jan 2018, 14:48 WIB

Liputan6.com, Papua - Kabupaten Asmat, Papua telah ditetapkan sebagai daerah kejadian luar biasa atau KLB campak dan gizi buruk. 69 anak meninggal dunia sejak akhir September 2017 lalu. 64 di antaranya karena gizi buruk, empat anak meninggal karena campak dan satu anak lainnya meninggal karena tetanus.

Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Minggu (21/1/2018), Sabtu kemarin, petugas membawa warga yang terjangkit campak dan gizi buruk ke Rumah Sakit Umum Asmat. Evakuasi harus segera, karena fasilitas medis di sejumlah distrik tidak memadai. Gabungan Satgas Kesehatan TNI bersama Kemenkes RI juga langsung tanggap.

Satgas menempuh perjalanan berjam-jam untuk menjangkau distrik-distrik di Kabupaten Asmat. Jarak kampung yang paling dekat sekitar satu jam dengan kapal cepat. Sementara distrik-distrik lain ada yang enam sampai delapan jam perjalanan.

Satgas memberikan pelayanan medis salah satunya di Kampung Ewer Distrik Agats. Mereka membawa dokter-dokter spesialis dan keperluan medis yang cukup lengkap termasuk tim medis dan obat-obatan.

"Kami masyarakat disini kekurangan. Kekurangan kita minta bantuan supaya sehat, " Kata Ketua Adat, Samuel Yoyi.

Menteri Sosial, Idrus Marham juga sudah tiba sabtu pagi di Kabupaten Mimika untuk selanjutnya menuju Kabupaten Asmat Papua. Idrus diperintah langsung oleh Presiden Jokowi. Ia membawa bantuan sembako dan santunan yang jumlahnya mencapai Rp 4 miliar.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya