Liputan6.com, Jakarta: Untuk pertama kali pascapenangguhan penahanan serta keinginan untuk rekonsiliasi, Ketua DPR Akbar Tandjung bertemu dengan Wakil Presiden Hamzah Haz. Pertemuan ini terjadi saat keduanya menghadiri peluncuran buku tokoh religius nasionalis Dahlan Ranuwihardjo di Jakarta, Kamis (11/4) malam.
Pertemuan kedua pemimpin bangsa ini sempat menjadi perhatian khalayak yang hadir. Hal ini karena mereka duduk dalam satu meja. Sayangnya, tak terjadi pembicaran secara khusus dan serius di antara mereka.
Peluncuran buku Dahlan yang juga pendiri Himpunan Mahasiswa Islam ini dihadiri sejumlah tokoh Korps Alumni HMI, seperti Beddu Amang, Fahmi Idris, dan Adi Sasono. Menurut tokoh nasionalis Roeslan Abdulgani, Dahlan adalah sosok yang gigih memperjuangkan HMI di tengah desakan Partai Komunis Indonesia untuk membubarkan organisasi tersebut.
Sedangkan menurut seorang anaknya, Dhani Dahlan, ayahnya adalah profil pejuang yang tak pernah berhenti menjadi mentor buat keluarga dan kader HMI. Kekaguman atas perjuangan Dahlan juga diungkapkan Hamzah Haz. Menurut Wapres, dedikasi Dahlan dalam memperjuangkn konsep religius nasionalis patut dibanggakan.(ORS/Imelda Sari dan Dwi Guntoro)
Pertemuan kedua pemimpin bangsa ini sempat menjadi perhatian khalayak yang hadir. Hal ini karena mereka duduk dalam satu meja. Sayangnya, tak terjadi pembicaran secara khusus dan serius di antara mereka.
Peluncuran buku Dahlan yang juga pendiri Himpunan Mahasiswa Islam ini dihadiri sejumlah tokoh Korps Alumni HMI, seperti Beddu Amang, Fahmi Idris, dan Adi Sasono. Menurut tokoh nasionalis Roeslan Abdulgani, Dahlan adalah sosok yang gigih memperjuangkan HMI di tengah desakan Partai Komunis Indonesia untuk membubarkan organisasi tersebut.
Sedangkan menurut seorang anaknya, Dhani Dahlan, ayahnya adalah profil pejuang yang tak pernah berhenti menjadi mentor buat keluarga dan kader HMI. Kekaguman atas perjuangan Dahlan juga diungkapkan Hamzah Haz. Menurut Wapres, dedikasi Dahlan dalam memperjuangkn konsep religius nasionalis patut dibanggakan.(ORS/Imelda Sari dan Dwi Guntoro)