4 Pemain yang Cetak Gol ke Gawang Mantan Klubnya

Persaingan di puncak klasemen Serie A mulai mengerucut pada dua tim, yakni Juventus dan Napoli.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 24 Desember 2017, 20:00 WIB
Pemain Udinese, Andrija Balic (kanan) berusaha mengecoh pemain Napoli, Piotr Zielinski pada laga Coppa Italia di San Paolo stadium, Naples, (19/12/2017). Napoli menang 1-0. (Ciro Fusco/ANSA via AP)

Liputan6.com, Jakarta Liga Serie A Italia pekan 18 yang berlangsung Sabtu (23/12/2017) kembali menghadirkan sejumlah kejutan. Dua tim raksasa Kota Milan, AC Milan dan Inter Milan, kembali tumbang oleh lawan-lawannya yang sejatinya relatif lebih mudah.

AC Milan keok 0-2 di tangan Atalanta di San Siro, sedangkan Inter Milan menelan kekalahan kedua dari Sassuolo di Stadion Mapei.

Persaingan di puncak klasemen Serie A mulai mengerucut pada dua tim, yakni Juventus dan Napoli. Keduanya sama-sama menjauh dari Inter Milan usai menaklukkan lawan masing-masing.

Napoli menang tipis 3-2 atas Sampdoria, dan demikian juga Juventus yang menang 1-0 atas AS Roma. Napoli telah menorehkan 45 poin, sedangkan Juventus 44 poin.

Di luar semua hasil yang diperoleh, terdapat satu hal menarik yang terjadi di giornata ke-18 ini, yakni cukup banyak pemain yang mencetak gol ke gawang mantan klubnya. Dimulai dari Medhi Benatia, yang mencetak gol tunggal kemenangan Juventus atas AS Roma, berikut empat pemain yang membobol gawang klubnya lamanya di Serie A pekan ini.


1. Medhi Benatia

Foto dok. Liputan6.com

Juventus patut berterima kasih pada bek mereka, Medhi Benatia. Tak hanya mengawal pertahanan dengan baik, kapten Timnas Maroko itu juga menjadi pahlawan kemenangan. Tanpa golnya, Si Nyonya Tua mungkin tidak akan mengatasi perlawanan AS Roma.

Berawal dari sepak pojok yang diambil Miralem Pjanic, Benatia memanfaatkan bola rebound hasil tandukan Giorgio Chiellini. Sepakan pertamanya sempat membentur mistar gawang, sebelum dengan cekatan ia melesakkan sepakan kedua yang tak mampu dihalau Alisson Becker.

“Bisa mencetak gol ke gawang mantan rekan satu tim itu rasanya menyenangkan. Meski tentunya, saya punya banyak teman dan keluarnya di stadion malam ini,” ujar Benatia, usai pertandingan.

Lanjut Baca:

Benatia pernah membela AS Roma selama satu tahun di musim 2013/2014. Kala itu Roma merekrutnya dari Udinese dengan harga 13,5 juta euro. Bersinar bersama I Giallorossi, bek yang dibesarkan oleh akademi Marseille itu kemudian dibajak oleh Bayern Munchen, dengan harga yang melambung menjadi 28 juta euro pada musim panas tahun 2014. Dua tahun bersama raksasa Jerman itu, barulah ia bergabung dengan Juventus di tahun 2016. Juventus awalnya meminjamnya dengan biaya 3 juta euro, sebelum mempermanenkannya Juli lalu, dengan harga 17 juta euro. Sempat kesulitan mendapat tempat utama di awal musim, perlahan tapi pasti Benatia mulai mencuri kepercayaan pelatih Massimiliano Allegri. Bek 30 tahun itu stabil diturunkan sebagai starter dalam enam laga terakhir secara berturut-turut. Ia dinilai sukses meggantikan peran Leonardo Bonucci yang pindah ke AC Milan. Dengan skema empat bek, Benatia ditempatkan di tengah bersama Chiellini, sedangkan Andrea Barzagli digeser ke kanan.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya