BSN Sinergi dengan IAPMO Mengenai Saluran Pipa

Mendapatkan akses untuk air bersih dan sanitasi yang baik merupakan hak asasi setiap manusia

oleh Reza diperbarui 16 Nov 2017, 11:58 WIB
Mendapatkan akses untuk air bersih dan sanitasi yang baik merupakan hak asasi setiap manusia

Liputan6.com, Jakarta Mendapatkan akses untuk air bersih dan sanitasi yang baik merupakan hak asasi setiap manusia. Walaupun demikian peranan sistem plumbing— pipa saluran air-- seringkali terlupakan.

Demi meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia, Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersinergi dengan IAPMO Group mendukung standardisasi mengenai per-pipaan di Indonesia. IAPMO sendiri merupakan sebuah asosiasi yang telah memiliki standar mutu produk plumbing sesuai dengan regulasi di Amerika Serikat (AS).

Vice President IAPMO, Shirley Dewi, mengatakan dengan adanya kerjasama ini agar para produsen plumbing Indonesia lebih meningkat kualitas dan industri pipa Indonesia bisa semakin dikenal secara global.

“Kita Implementasikan dengan membuat toilet di salah satu Sekolah Dasar (SD) dan memberikan keahlian agar generasi kedepannya bisa diteruskan, “ ujar Shirley saat press conference di IAPMO, Cikarang, Selasa (15/11/2017).

Maka dari itu, lanjut Shirley, IAPMO berusaha untuk membuat plumbing sesuai dengan standar internasional. Dan IAPMO sendiri telah mendirikan laboratorium untuk memastikan bahwa hanya produk berkualitas yang akan dipasang serta memenuhi standar.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Standardisasi BSN, I Nyoman Supriatna mengatakan dengan kerjasama ini tentu akan membuat dampak yang lebih baik lagi mengenai plumbing bagi Indonesia.

“Saat ini dalam BSN telah menetapkan 3 hal mengenai plumbing sesuai SNI. Hal itu tertuang dalam SNI 8153:2015,” imbuh I Nyoman Supriatna.

Kontribusi dengan masyarakat

Tak hanya memberikan keterangan mengenai kerjasama terhadap perpipaan saja, BSN pun meninjau langsung dengan adanya kontribusi IAPMO dengan Community Plumbing Challenge di Sekolah Dasar, Cicau, Cikarang.

Foto dok. Liputan6.com

Program tersebut bertujuan untuk berkontribusi terhadap perbaikan kesehatan masyarakat di wilayah yang masyarakatnya masih terancam oleh kurangnya sanitasi dasar dan sistem air minum yang aman.

Tak hanya Indonesia, program ini telah diselenggarakan lebih dulu di India pada 2015 dan Afrika Selatan di tahun 2016.

Dalam program tersebut para ahli dari berbagai negara datang untuk merenovasi toilet dan sanitasi di sekolah tersebut.

Diharapkan program ini bisa berlansung secara merata dan dapat menjadi contoh betapa pentingnya air bersih, mencuci tangan dengan benar, sanitasi serta toilet yang layak dan bersih bagi kesehatan.

 

(*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya