Bahasa Sansekerta Kurang Diminati Mahasiswa

Untuk menarik minat mahasiswa belajar perlu dilakukan sejumlah perbaikan. Antara lain meliputi kurikulum, tujuan pembelajaran, materi, metode, media pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran pada pelajaran bahasa Sansekerta.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 Januari 2011, 22:55 WIB
Liputan6.com, Denpasar: Bahasa Sansekerta kurang diminati mahasiswa. Padahal bahasa Jawa Kuno tersebut semakin langka diajarkan pada sekolah dan perguruan tinggi umum. "Dalam proses belajar mengajar bahasa Sansekerta perlu strategi yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan," kata I Made Surada, dosen Fakultas Dharma Duta Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Selasa (11/1).

Surada mengatakan, mahasiswa khususnya di lembaga pendidikan tinggi khas Hindu itu kurang menyenangi bidang studi bahasa Sansekerta. Salah satu penyebabnya lantaran dosen kurang menguasai teknik-teknik mengajar bahasa Jawa kuno tersebut.

Menurut Made Surada, untuk menarik minat mahasiswa belajar perlu dilakukan sejumlah perbaikan. Antara lain meliputi kurikulum, tujuan pembelajaran, materi, metode, media pembelajaran, serta evaluasi pembelajaran.

Made Surada melakukan penelitian terhadap studi kasus pembelajaran bahasa Sansekerta di IHDN Denpasar. Kurikulum bahasa Sansekerta berfungsi sebagai alat mencapai tujuan dan barometer dalam mengukur keberhasilan program pendidikan.  Selain itu menjadi patokan dalam menetapkan bagian mana yang memerlukan penyempurnaan, perbaikan, sekaligus meningkatkan mutu pendidikan.

Made Surada mengatakan, pengajar, suasana pembelajaran, metode belajar, motivasi, dan minat sangat mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar mengajar bidang bahasa Sansekerta. Untuk itu perlu upaya meningkatkan kompetensi dosen dalam mengelola proses pembelajaran bahasa Sansekerta.

"Kurikulum yang mantap, serta tersedianya sarana dan prasarana pendukung yang memadai diharapkan proses belajar mengajar bidang studi bahasa Sansekerta mencapai sasaran sesuai yang diharapkan," kata Made Surada.(Ant/ULF)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya