Pariwisata Natuna Terganjal Mahalnya Tiket Pesawat

Pemerintah Kabupaten Natuna menyayangkan mahalnya harga tiket pesawat ke Natuna, Kepulauan Riau.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 20 Okt 2017, 14:55 WIB
Pulau Tiga, Natuna Kepulauan Riau yang akan segera nikmati listrik PLN (Foto: Wicak/Liputan6.com)

Liputan6.com, Natuna - Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mengeluhkan mahalnya biaya penerbangan ke Natuna, padahal wilayah tersebut sedang mendorong sektor pariwisata.

Wakil Bupati Natuna‎ Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, untuk menuju Natuna dengan transportasi udara, bisa diakses dari Batam dan Tanjung Pinang, Riau, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

Namun, dia menyayangkan tiket pesawat menuju Natuna harganya jauh lebih mahal, ketimbang penerbangan ke wilayah lain yang jarak dan waktu tempuhnya lebih jauh. Kondisi ini akan membuat wisatawan berpikir ulang untuk mengunjungi Natuna.

"Harga tiket pesawat dari Batam ke Natuna itu harganya lebih mahal dari Batam ke Bali," kata Yuni, di Natuna Kepulauan Riau, Jumat (‎20/10/2017).

‎Saat ini, Natuna hanya disambangi oleh tiga maskapai penerbangan, yaitu Wings Air dan Sri Wijaya Air dengan rute penerbangan dari Batam, sedangkan Ekspres dari Tanjung Pinang, Riau. Harga tiket tersebut berkisar antara Rp 1,3 juta sampai Rp 1,9 juta.

Yuni menyayangkan mahalnya harga tiket pesawat tersebut, kondisi ini akan menghambat sektor pariwisata yang sedang didorong pemerintah. Padahal, Presiden Jokowi juga mengarahkan pengembangan sektor pariwisata di Natuna.

"Keinginan kita dengan instruksi Pak Jokowi penerbangan sipil salah satu tujuannya itu," ungkap Yuni.

Yuni mengungkapkan, Natuna memiliki potensi pariwisata yang baik, khususnya wisata bawah laut dan pantai. Di dalam lautan Natuna, banyak bangkai-bangkai kapal yang bisa menjadi daya tarik penyelam. Selain itu, Natuna juga memiliki pantai yang indah dan laut jernih.

"Sebenarnya kita punya spot selam bagus, Ratu Scuba juga pernah presentasi keunggulan air jernih Karang dangkal, kemudian beberapa biota. Seperti depan Pulau Senoa barakuda banyak," tutup Yuni.

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya