Liputan6.com, Blora: Perumahan warga yang berada di radius 500 meter dari sumur minyak dan gas Pertamina Cepu, Desa Sumber, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masih dipalang tanda merah berbahaya. Warga hanya boleh kembali ke rumah pada siang hari, untuk menengok dan merawat hewan peliharaan. Di malam hari, barulah rumah-rumah itu ditinggalkan. Karena itulah, sekitar 1.167 warga terpaksa harus bermukim di rumah kontrakan di daerah yang dinilai lebih aman. "Dana mengontrak didapat dari Pertamina," kata Sekretaris Desa Sumber Abdul Haris di Blora, Ahad (24/3).
Haris memaparkan, kerugian yang diakibatkan musibah kebakaran sumur ini memang tak sedikit. Selain harus meninggalkan tempat tinggal, warga juga tak bisa menggarap lahan pertanian. Pasalnya, tanaman yang ditanam mengalami gagal panen. Selain itu, lahan mereka juga kini dijadikan tempat penyimpanan alat-alat berat yang digunakan untuk pemadaman. Bahkan Pertamina pun ikut merugi sampai senilai US$ 15 juta [baca: Terbakarnya Kilang Cepu Merugikan Pertamina US$ 15 Juta].
Warga berharap, Pertamina mau melibatkan warga sebagai tenaga kerja jika proyek sumur minyak dan gas ini kembali beroperasi. Sebab, menurut Haris, Pertamina tak pernah mengajak warga bermusyawarah ketika proyek ini memulai tahap eksplorasi. Menurut rencana, Pertamina bakal memadamkan api pada 25 Maret hingga 1 April mendatang [baca: Pemadaman Api Cepu 25 Maret Mendatang]. Terbetik kabar, proses pemadaman akan dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro.(MTA/Yudi Sutomo)
Haris memaparkan, kerugian yang diakibatkan musibah kebakaran sumur ini memang tak sedikit. Selain harus meninggalkan tempat tinggal, warga juga tak bisa menggarap lahan pertanian. Pasalnya, tanaman yang ditanam mengalami gagal panen. Selain itu, lahan mereka juga kini dijadikan tempat penyimpanan alat-alat berat yang digunakan untuk pemadaman. Bahkan Pertamina pun ikut merugi sampai senilai US$ 15 juta [baca: Terbakarnya Kilang Cepu Merugikan Pertamina US$ 15 Juta].
Warga berharap, Pertamina mau melibatkan warga sebagai tenaga kerja jika proyek sumur minyak dan gas ini kembali beroperasi. Sebab, menurut Haris, Pertamina tak pernah mengajak warga bermusyawarah ketika proyek ini memulai tahap eksplorasi. Menurut rencana, Pertamina bakal memadamkan api pada 25 Maret hingga 1 April mendatang [baca: Pemadaman Api Cepu 25 Maret Mendatang]. Terbetik kabar, proses pemadaman akan dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro.(MTA/Yudi Sutomo)