Demi Bisa Sekolah, Siswa SD Seberangi Sungai dengan 2 Batang Bambu

Sudah lama warga dan pihak sekolah mengajukan usulan dibuatkan jembatan permanen, namun tak ada tanggapan.

oleh Sunariyah diperbarui 13 Okt 2017, 07:28 WIB

Liputan6SCTV, Kudus - Nasib warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan sering memprihatinkan. Salah satunya pemandangan di wilayah Desa Sunggingan, Kudus, Jawa Tengah. Anak-anak harus menyeberang sungai, melewati jembatan yang hanya berupa dua batang bambu untuk pergi dan pulang sekolah.

Seperti ditayangkan Liputan6 Pagi SCTV, Jumat (13/10/2017), menyeberang sungai melewati jembatan dengan dua batang bambu, beginilah cara puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah Mafatihul Ulum di Desa Sunggingan, Kudus, untuk bisa berangkat ke sekolah. Mereka harus berjalan perlahan agar selamat sampai di seberang.

Beberapa siswa berani menyeberang sendiri, tapi sebagian masih didampingi orangtua, khawatir anak-anak mereka yang masih di jenjang sekolah dasar tersebut terpeleset dan tercebur. Hal itu mereka lakukan setiap hari, karena tidak punya pilihan agar tidak terlambat ke sekolah.

Sudah lama warga dan pihak sekolah mengajukan usulan dibuatkan jembatan permanen, namun tak ada tanggapan. Mereka juga berinisiatif membuat jembatan darurat, namun saat musim hujan tak bisa dilewati karena air sungai tinggi dan mengalir deras sehingga membahayakan.

Kendati demikian, warga terus menyimpan harapan, bahwa suatu saat pemerintah akan membangun jembatan untuk mereka.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya