Anak Usaha Garuda Indonesia Melantai di Bursa

Total saham yang ditawarkan GMF Aero Asia sebanyak 10 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 10 Okt 2017, 09:00 WIB
Perdagangan Saham. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Saham anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yakni PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk akan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Selasa ini (10/10/2017).

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perseroan melepas saham ke publik sebanyak 2,82 miliar saham. Saham tersebut ditawarkan dengan harga Rp 400 per lembar dengan nominal Rp 100.

Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk beberapa penjamin pelaksana emisi efek. Antara lain, PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas.

Perseroan juga mengalokasi saham kepada karyawan atau employee stock alocation (ESA). Perseroan mengalokasikan 76,6 juta lembar saham dengan harga pelaksanaan sama dengan harga penawaran.

GMF Aero Asia juga mengalokasikan untuk pelaksanaan program management and employee stock option plan (MESOP). Perseroan akan mengalokasikan sebanyak-banyak 485,6 juta saham.

Untuk diketahui, total saham yang ditawarkan GMF Aero Asia sebanyak 10 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor. Total dana yang akan diraup dari IPO sebanyak Rp 1,12 triliun.

Perseroan memangkas jumlah saham yang ditawarkan dari rencana awal sebanyak-banyaknya sebesar 10,89 miliar lembar saham yang keseluruhannya merupakan saham baru, atau setara dengan sebanyak-banyaknya sebesar 30 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perusahaan setelah IPO. Adapun komposisinya 20 persen untuk publik dan 10 persen untuk investor strategis.

Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto mengatakan, dengan menimbang animo dari calon investor baik publik maupun investor strategis selama masa book building, serta untuk mengoptimalkan nilai perusahaan, maka GMF memutuskan untuk melepas saham dengan komposisi 10 persen untuk publik pada saat IPO dan 20 persen untuk investor strategis pasca IPO.

"Kami yakin dan optimis ini adalah langkah terbaik untuk meningkatkan nilai perusahaan serta memberikan kontribusi lebih bagi Indonesia," kata Iwan.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya