1 Orang di Dunia Idap Demensia Setiap Detik

Inilah dampak yang akan didapat bila demensia dibiarkan begitu saja

oleh Aditya Eka Prawira diperbarui 27 Sep 2017, 08:30 WIB
Sebanyak 60 sampai 70 persen kasus demensia merupakan penyakit alzheimer atau pikun, simak gejalanya berikut ini.

Liputan6.com, Jakarta Satu orang di dunia mengidap Demensia Alzheimer setiap tiga detik. Ini merupakan hasil penelitian Alzheimer's Disease International (ADI), yang melihat pemahaman orang tentang gangguan pada otak yang menyebabkan penurunan daya ingat sampai kemampuan mental masih sangat rendah.

ADI mengimbau agar masyarakat tidak tutup mata untuk menggali semua informasi seputar Demensia, serta memahami gejala dari demensia agar tahu harus melakukan apa saat menghadapi individu dengan penyakit itu.

Chief Executive Officer ADI, Paola Barbarino, mengatakan bahwa potensi kerugian ekonomi dari penyakit demensia diprediksi mencapai Rp30 triliun pada 2050. Kondisi terburuk itu bisa terjadi akibat hilangnya penghasilan pasien demensia dan biaya yang dikeluarkan untuk merawat serta membeli obat-obatan.

"Penelitian mengenai penyakit demensia juga membutuhkan investasi yang besar, tapi harus menjadi prioritas untuk memberikan dukungan bagi mereka yang hidup dengan demensia, dan mereka yang akan terpapar dengan penyakit ini dalam beberapa dekade ke depan," kata Paola seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima Health Liputan6.com pada Selasa, 26 September 2017.

Data terbaru Alzheimer's Disease International (ADI) mengungkapkan, saat ini sekitar 50 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia. ADI memprediksi, angka ini bisa merangkak naik menjadi 132 juta orang pada 2050 jika tidak ada penerapan strategi penanggulangan risiko yang efektif.

Karena itu Paola mengajak kita mengetahui tanda-tanda seseorang mengidap demensia, untuk segera dibawa ke dokter.

1. Gangguan daya ingat

2. Sulit melakukan kegiatan yang bersifat familiar

3. Gangguan komunikasi

4. Disorientasi waktu dan tempat

5. Kesulitan dalam membuat keputusan

6. Sulit fokus

7. Menaruh barang tidak pada tempatnya

8. Perubahan perilaku dan kepribadian

9. Kesulitan memahami hubungan antara visual dan spasial

10. Menarik diri dari pergaulan

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya